Gulir ke bawah!
BeritaNasionalTeknologi

Menkominfo Akan Tutup Platform X, Roy Suryo : Bermanfaat Positif Jika Digunakan Dengan Bijak

5764
×

Menkominfo Akan Tutup Platform X, Roy Suryo : Bermanfaat Positif Jika Digunakan Dengan Bijak

Sebarkan artikel ini
Menkominfo Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pemerintah akan menutup platform media sosial X jika masih memperlihatkan konten asusila.(dok. X)

Koma.id – Platform X yang sebelumnya bernama Twitter ini tengah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat luas. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu pemilik platform X Elon Musk telah melegalkan konten pornografi yang sejatinya dilarang di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pemerintah akan menutup platform media sosial X jika masih memperlihatkan konten asusila. “Kita blok, pokoknya yang enggak jelas disikat sajalah, masa kita diatur-atur negara lain ya,” tegas Budi dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (10/6).

Silakan gulirkan ke bawah

“X sudah disurati, kalau tetap dibolehkan di Indonesia, kami tutup dan blok (blokir),” tambah Budi. Pernyataan ini menandakan sikap tegas pemerintah terhadap platform media sosial yang tidak mematuhi regulasi terkait konten negatif.

Namun, pendapat berbeda datang dari pakar telematika Roy Suryo. “Lho, kok harus menutup platform-nya? Ini ibarat ‘mencari seekor tikus, dibakar semua lumbungnya,’” ucap Roy saat dikonfirmasi (11/6).

Roy menilai bahwa tindakan yang lebih tepat adalah memblokir akun-akun X yang bermasalah, bukan keseluruhan platformnya. Ia pun menambahkan bahwa platform X memiliki banyak manfaat positif jika digunakan dengan benar.

Sejak akhir 2017, tepatnya 28 Desember 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memiliki mesin AIS yang memiliki kemampuan untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi jutaan tautan yang terdeteksi mengandung konten negatif. “Saya ingat saat peluncurannya, mesin ini diuji coba dan dalam tiga hari mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, dari total 1,2 juta alamat internet yang di-crawling,” ungkap Roy.

Mesin AIS ini, yang bernilai 200 miliar rupiah, dianggap sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Roy Suryo menyarankan agar mesin tersebut digunakan untuk menyaring konten negatif di platform X daripada menutup seluruh platformnya.  “Jadi, sebaiknya Menkominfo benar-benar tepat dalam berstatemen, karena kebijakannya – jika salah – malah bisa kontraproduktif bagi kemajuan IT di Indonesia,” tutupnya.

Menutup seluruh platform hanya karena beberapa akun yang bermasalah dianggapnya sebagai langkah yang tidak bijak dan berpotensi menghambat hal-hal positif yang bisa dilakukan di platform tersebut. Kontroversi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam penanganan konten negatif di media sosial.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.