Gulir ke bawah!
Nasional

PSI Mulai Dorong Kaesang, Melaju ke DKI-1 atau DKI-2

262
×

PSI Mulai Dorong Kaesang, Melaju ke DKI-1 atau DKI-2

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mulai didorong maju di Pilkada Jakarta. Bisa untuk DKI-1 atau DKI-2. Usulan itu, dilontarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang saat ini dipimpin Kaesang sendiri.

Usulan agar Kaesang maju di Jakarta disampaikan Ketua DPP PSI William Aditya Sarana. Menurutnya, PSI punya dua kader terbaik untuk didorong maju di Pilgub DKI Jakarta yang rencananya akan digelar November tahun ini. Salah satunya adalah Kaesang.

Silakan gulirkan ke bawah

William mengatakan, partainya bakal mengusung Kaesang menjadi cagub DKI Jakarta jika syarat administratif terpenuhi. Menurut dia, putra bungsu Presiden Jokowi itu, figur yang sangat baik untuk memimpin Jakarta.

“Kalau secara administratif bisa terpenuhi, salah satu sosok yang akan diusung adalah Mas Kaesang,” kata William, dalam keterangannya, Rabu (27/3/2024).

Selain Kaesang, kata dia, PSI juga membuka peluang mengusung Wakil Ketua Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie sebagai Cagub DKI. William menyebut alasan Grace layak dimajukan, yaitu Grace mendapat suara tertinggi di daerah pemilihan (Dapil) Jakarta III yakni 193.556 suara. Dari hasil tersebut, William menilai sosok Grace dipercaya oleh warga Ibu Kota.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI itu juga meyakini, saat ini warga Jakarta enggan kembali dipimpin oleh Anies Baswedan. Menurutnya, hal itu bisa dilihat melalui hasil perolehan suara Anies dalam Pilpres 2024 di wilayah DKI Jakarta.

“Di Jakarta, perolehan suara Pak Anies sebagai capres itu di bawah 50 persen. Jadi, beliau nggak menang di Jakarta,” ujarnya.

William meyakini, saat ini warga justru merindukan sosok yang dekat dengan rakyat seperti Jokowi. Warga ingin pemimpin yang berani mengeksekusi, banyak bekerja, daripada bicara.

Namun, jalan Kaesang untuk maju di Pilkada sebagai calon gubernur terbentur undang-undang. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, syarat menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur berusia minimal 30 tahun. Sementara Kaesang baru berusia 29 tahun. Ia baru genap berusia 30 tahun pada 25 Desember 2024.

Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai wajar kalau kursi DKI-1 jadi incaran parpol dan elite parpol, karena Pilgub DKI adalah pilkada yang paling disorot di Indonesia.

“Karena itu dipastikan semua parpol ikut meramaikan konstelasi Pilgub Jakarta,” ucap Herry.

Wacana PSI mengusung Kaesang sebagai Cagub Jakarta ini mendapat tanggapan beragam dari warganet. Ada yang mendukung, ada yang bilang nanti dulu. Akun @pakcokong mengatakan, Kaesang sebaiknya tunggu dulu matang. “Tunggu lima tahun lagi. Coba jadi calon walikota Solo,” usulnya.

Sementara akun @bayupras lebih baik keluarga Pak Jokowi menunggu sebentar. “Don’t push your luck,” sarannya. Akun @rbcangel usulan PSI itu wajar saja. “Hak seseorang untuk berpolitik. Selagi ada dukungan dari rakyat dan wadah yang tepat, itu hak anak anak bangsa,” ucapnya.

“Ya hak pribadi untuk mencalonkan dan dicalonkan, sesuai aturannya,” kata @fauz13. “Saran saya kaesang langsung dilantik aja jadi gubernur Jakarta wakilnya Heru. Jangan ada lagi formalitas pilkada buang buang anggaran,” usul @AlwasSyahputra.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.