Gulir ke bawah!
KeamananNasional

Memahami Dinamika Negosiasi Pembebasan Kapten Philip

2096
×

Memahami Dinamika Negosiasi Pembebasan Kapten Philip

Sebarkan artikel ini

Koma.id- Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Merthens, telah menjadi sandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di bawah pimpinan Egianus Kogoya selama satu tahun satu bulan. Tepatnya sejak 7 Februari 2023, setelah mendarat di lapangan terbang Paro, Papua Pegunungan.

Pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Theo Hesegem, menyatakan bahwa pembebasan Kapten Philip memerlukan kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Silakan gulirkan ke bawah

Meskipun pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya pembebasan, termasuk pengiriman pasukan, lobi politik, dan pembentukan tim negosiasi, hasilnya belum memuaskan.

“Tim negosiasi pembebasan pilot Susi Air dibutuhkan orang-orang independen dan terpercaya yang ditunjuk oleh pihak-pihak yang bermasalah. Dan pihak yang merasa dirugikan,” ungkap Theo, Senin (11/3).

Theo menyoroti bahwa tim negosiasi yang ditunjuk pemerintah pada tahun 2023 hanya terdiri dari pihak-pihak yang satu sisi, seperti anggota TNI-Polri, Intelijen, dan pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan kegagalan dalam negosiasi, karena tidak ada kesepakatan dengan pihak penyandera.

“Mengapa hal itu bisa terjadi? Mungkin karena tim negosiasi yang dibentuk pemerintah Indonesia, hanya dari satu sepihak, tanpa ada kesepakatan dengan pihak penyandera pilot Susi Air,” paparnya.

Upaya-upaya lanjutan perlu dilakukan untuk membebaskan Kapten Philip Merthens dan menyelesaikan konflik di Papua dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berkesinambungan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.