Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HukumKeamananNasional

Penembakan Relawan Prabowo-Gibran di Sampang Bukan Politik, Tapi Motif Balas Dendam

Views
×

Penembakan Relawan Prabowo-Gibran di Sampang Bukan Politik, Tapi Motif Balas Dendam

Sebarkan artikel ini
Penembakan Relawan Prabowo-Gibran di Sampang Bukan Politik, Tapi Motif Balas Dendam

Koma.id – Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Totok Suharyanto memastikan bahwa motif kasus penembakan relawan Prabowo-Gibran di Sampang, Madura, murni balas dendam. Dia menyebut kasus tersebut tak ada latar belakang unsur politiknya.

“Jadi, dalam kasus ini tidak ada unsur politik. Kasus penembakan ini motifnya murni balas dendam pelaku MW terhadap korban Muarah (50),” kata Totok, saat merilis kasus itu di Mapolda Jatim, Kamis, (11/1/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Tersangka Penembakan Relawan Prabowo-Gibran Bertambah, Polisi Ungkap Peran Masing-masing
Totok mengungkapkan, balas dendam tersangka MW karena anak buahnya ditembak Muarah pada 2019 lalu. Kasus tersebut telah inkrah melalui jalur hukum.

“Proses penyidikan dan faktanya sudah selesai di tempat persidangan. Intinya, tersangka MW dendam sejak 2019, karena anak buah tersangka ini dahulu ditembak dan yang melakukan adalah korban. Korban dan pelaku hubungannya hanya teman bukan keluarga,” ungkapnya.

Diketahui, tersangka MW merupakan seorang kepala desa sekaligus aktor utama dalam penembakan Muarah pada 22 Desember 2023 lalu.

Lebih lanjut, Totok menjelaskan bahwa untuk melancarkan aksi balas dendamnya, tersangka MW menyiapkan anggaran Rp 500 juta untuk orang suruhannya yang kini juga telah diamankan polisi.

“Tersangka MW ini berjanji akan memberikan bayaran Rp500 juta, tetapi uang yang baru diterima Rp 50 juta untuk operasional,” jelas Totok.

Polisi masih menelusuri terkait asal muasal senjata api (senpi) yang digunakan tersangka untuk menembak korban.

“Kami saat ini masih mendalaminya, masih menelusuri senpi tersebut,” ujarnya.

Dalam kasus penembakan ini, Polda Jatim telah menetapkan lima tersangka termasuk MW. Sementara itu, korban Muarah hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.