Koma.id– Penutupan trotoar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat memantik keluhan bagi para pejalan kaki. Masyarakat meminta agar trotoar yang telah diblokade selama ini segera dibuka lantaran itu adalah hak pejalan kaki.
Situasi di depan gedung Kedubes AS menunjukkan adanya pembatas beton dan kawat berduri yang menghalangi akses jalan trotoar, terutama di ujung barat Kedubes AS yang bersebelahan dengan Istana Wakil Presiden (Wapres).
Jalur trotoar depan kedutaan tersebut dipenuhi dengan pembatas beton yang terlihat membentang ke arah timur. Beberapa penjaga keamanan berada di lokasi dan sesekali mengarahkan pejalan kaki untuk tidak melintasi trotoar tersebut.
Meski banyaknya protes masyarakat, Dinas Bina Marga belum memberikan kepastian mengenai rencana pembukaan trotoar depan Kedubes AS. Lantaran masih mempertimbangkan untuk membuat jalur pengalihan pejalan kaki sebagai alternatif.
Dalam rangka menerapkan ide tersebut, Dinas Bina Marga merasa perlu untuk berkomunikasi terlebih dahulu dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedubes AS.
“Area tersebut terdapat asset/obyek vital negara asing, kiranya hal ini perlu dibahas lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan yang terkait di area tersebut seperti Pemprov DKI, Kemenlu dan Kedutaan Negara Asing yang bersangkutan untuk mendapatkan desain jalur pengalihan pejalan kaki yang memadai dan memenuhi harapan bagi semua pemangku kepentingan,” kata Wiwik Wahyuni, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI dikutip.
Dengan adanya penutupan trotoar depan Kedubes AS, para pejalan kaki terpaksa harus melintasi badan jalan, yang tentunya meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap agar masalah ini segera mendapatkan solusi yang memadai, sehingga hak pejalan kaki dapat terpenuhi dengan baik tanpa mengabaikan keamanan dan perlindungan terhadap aset vital negara asing yang berada di lokasi tersebut.







