Koma.id – Viral video di media sosial TikTok yang memperlihatkan sejumlah polisi di sebuah gerbang dengan tembok bercat putih. Video tersebut mengeklaim bahwa Indonesia telah dikuasai komunis dan rezim komunis itu mempersulit umat Islam. Perekam video tampak berpindah-pindah untuk mengambil sosok polisi satu per satu, sambil memanggil nama masing-masing aparat yang bertugas.
Faktanya, video yang mengeklaim bahwa Indonesia telah dikuasai oleh rezim komunis adalah menyesatkan. Berdasarkan hasil penelusuran cekfakta.tempo.co, isi video yang beredar tersebut adalah pengamanan saat aksi Tabligh Akbar Presidium Alumni atau PA 212 di Solo pada 13 Januari 2019.
Polisi menurunkan personilnya untuk memperketat keamanan. Massa aksi PA 212 tersebut tidak mengurus izin ke pemerintah sehingga kepolisian melakukan pengamanan. Namun sebagian peserta kegiatan memprotes dan merundung polisi yang bertugas dalam pengamanan. Pada 19 Januari 2019, Polda Jawa Tengah memberikan penghargaan pada polisi yang bertugas.
Salah satu bagian dari video adalah saat perekam mencecar seorang polisi. Sosok polisi itu mirip dalam berita CNN, bernama Briptu Saiful yang mendapatkan penghargaan dari Polda Jawa Tengah.
Aktivitas tersebut tidak berkaitan dengan komunisme atau Partai Komunis Indonesia yang sulit berkembang di Indonesia pasca TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan larangan penyebaran ideologi komunisme, marxisme, leninisme di Indonesia.
Dalam laman MPR, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengatakan TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tersebut masih berlaku. Selain TAP tersebut larangan lainnya tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU Ormas, Pasal 4 ayat (3) Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Maka kesimpulannya, video protes pada polisi yang bertugas dalam pengamanan itu menunjukkan Indonesia sudah dikuasai komunis dan rezim komunis mempersulit umat Islam, adalah menyesatkan.
Komunisme dan Partai Komunis Indonesia mustahil muncul lagi di Indonesia di tengah masih berlakunya berbagai peraturan yang melarang ideologi Komunisme.







