Koma.id– Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menjadi korban dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.
“Wallahualam bissawab. Yang baru saya dengar adalah bahwa Presiden dan sejumlah menteri dan sejumlah politisi, jadi saya belum tahu apakah Pak Wakil Presiden juga ikut disadap atau tidak,” ujar Yusril.
Janji Bersih-Bersih Prabowo Mulai Dibuktikan
Yusril Ihza Mahendra, juga meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai pihak-pihak yang berada di balik kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Yusril menegaskan, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa pihak yang berkepentingan dengan aksi penyadapan tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual yang mengendalikan operasi itu.
Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh didasarkan pada dugaan atau prasangka, melainkan harus berlandaskan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, Yusril meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada penyidik Polri untuk mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan mengembangkan penyidikan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan.
Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa pengembangan kasus akan mengungkap pihak lain di luar sejumlah orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.








