Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Wali Kota Jakpus Ajak Warga Jaga Persatuan Usai Bentrokan Matraman

×

Wali Kota Jakpus Ajak Warga Jaga Persatuan Usai Bentrokan Matraman

Sebarkan artikel ini
751380 07254931072026 D1bce310a2cd4529e5a2ac158a22d622

Koma.id,Jakarta – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi menyusul bentrokan yang melibatkan dua kelompok di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Arifin menegaskan, insiden serupa tidak boleh kembali terjadi. Ia mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah.

Silakan gulirkan ke bawah

Pesan tersebut disampaikan Arifin saat melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami Matraman, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Arifin mengapresiasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang turut menjaga kondusivitas wilayah pascainsiden bentrokan.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga. Saat ini situasi di Matraman Dalam sudah kembali kondusif,” ujar Arifin.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Arifin juga mengingatkan pentingnya menerapkan nilai-nilai yang diajarkan agama, seperti tabayun atau mencari kejelasan informasi sebelum mempercayai suatu kabar serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

“Saya mengajak semua untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan kepala dingin dan semangat kekeluargaan,” tuturnya.

Selain menyampaikan pesan perdamaian, Arifin mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pemugaran Masjid Jami Matraman sebagai salah satu bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Ia berharap keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Pemprov DKI Jakarta berkomitmen hadir di masyarakat, memperkuat pelayanan publik dan memastikan hidup aman serta saling menghormati. Mari menjadi pelopor perdamaian, bukan penyebar kebencian,” tegasnya.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap seluruh masyarakat dapat menjadikan peristiwa bentrokan tersebut sebagai pelajaran agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi, sekaligus terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.