Koma.id– Nama komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik setelah special show-nya bertajuk Mens Rea ditayangkan di Netflix tanpa sensor. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji membawakan materi yang sebagian besar menyoroti keresahan politik Indonesia pasca Pilpres 2024, termasuk tren kemenangan politisi dari kalangan artis di Jawa Barat, kondisi oposisi dan koalisi, hingga kritik terhadap Jokowi, Prabowo, Kaesang Pangarep, serta isu-isu terkait keadilan, Gibran, Ahmad Syahroni, Raffi Ahmad, serta institusi Kepolisian dan TNI.
Respons terhadap materi Pandji beragam. Musisi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Tompi, mengaku sepakat dengan kegelisahan politik yang disampaikan komika itu, namun menyoroti adanya materi yang menyinggung penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurut Tompi, kritik, satire, dan humor sah-sah saja, tetapi merendahkan kondisi fisik seseorang bukanlah cerdas, melainkan kemalasan berpikir.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menanggapi kritik Pandji. Dedi mengaku sebagai penggemar Pandji Pragiwaksono dan menekankan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi.












