Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Survei IPO: Prabowo Unggul Tipis atas Dedi Mulyadi

×

Survei IPO: Prabowo Unggul Tipis atas Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini
Survei IPO: Prabowo Unggul Tipis atas Dedi Mulyadi
Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (Foto / Istimewa)

Koma.id Presiden Prabowo Subianto masih menempati posisi teratas dalam elektabilitas tokoh apabila pemilihan presiden digelar saat ini. Namun, keunggulan Prabowo atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbilang tipis.

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 23,4 persen, sedangkan Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 21,7 persen. Keduanya hanya terpaut 1,7 persen.

Silakan gulirkan ke bawah

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan survei tersebut menggunakan simulasi top of mind, yakni responden diminta menyebutkan sendiri nama tokoh yang dianggap layak menjadi calon presiden tanpa diberikan daftar nama.

Menurut Dedi Kurnia, posisi Prabowo yang masih berada di urutan pertama tidak terlepas dari statusnya sebagai kepala negara yang memiliki tingkat eksposur publik tinggi.

“Prabowo masih unggul karena posisinya sebagai kepala negara,” kata Dedi Kurnia dalam pemaparan hasil survei, dikutip Selasa (11/8/2026).

Namun, menurut dia, kemunculan Dedi Mulyadi dengan elektabilitas yang hanya terpaut tipis dari Prabowo menjadi temuan penting. Hal tersebut menunjukkan adanya perhatian publik yang semakin besar terhadap figur alternatif di luar tokoh yang selama ini mendominasi bursa politik nasional.

“Selisih yang tipis dengan Dedi Mulyadi menunjukkan semakin kuatnya perhatian publik terhadap figur alternatif,” ujarnya.

Dalam survei tersebut, posisi ketiga ditempati mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 11,5 persen.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 4,5 persen, disusul Ganjar Pranowo 4,1 persen dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.

Nama lainnya yang masuk dalam simulasi antara lain Sherly Tjoanda dengan 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, serta Zulkifli Hasan 1 persen.

Sementara itu, sebanyak 17 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan jawabannya.

Dedi Kurnia mengatakan besarnya angka responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan peta persaingan politik masih sangat terbuka. Terlebih, survei dilakukan ketika Pemilu 2029 masih cukup jauh.

“Karena menggunakan metode top of mind, angka ini menggambarkan siapa yang secara spontan muncul dalam ingatan responden ketika ditanya mengenai calon presiden,” jelasnya.

Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa meski Prabowo masih berada di posisi teratas, dominasi tersebut belum sepenuhnya aman. Selisih tipis dengan Dedi Mulyadi sekaligus tingginya angka responden yang belum menentukan pilihan membuat konfigurasi elektabilitas menuju Pilpres 2029 masih berpotensi berubah.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.