Koma.id | Jakarta – Istana Kepresidenan memastikan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak dapat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin 17 Agustus 2026.
SBY diketahui menjalani pemeriksaan kesehatan berkala yang telah dijadwalkan sebelumnya. Pemerintah menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukan karena kondisi darurat, melainkan bagian dari agenda rutin.
“Kebetulan beliau sedang menjalani medical check up, sebenarnya pemeriksaan rutin saja. Sehingga kemungkinan besar tidak dapat menghadiri upacara detik-detik Proklamasi,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka.
Pemerintah masih menunggu kepastian kehadiran para mantan presiden dan wakil presiden lainnya, termasuk Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo.
“Belum semuanya lengkap konfirmasinya karena ada yang baru saja kontak kami hari ini,” kata Prasetyo.
Sementara itu, kepastian kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak keluarga. “Untuk Ibu Mega, nanti akan kami update jika sudah ada kepastian,” ujar Prasetyo.
Panitia pelaksana telah menugaskan sejumlah pejabat untuk menyampaikan undangan resmi kepada seluruh mantan presiden, wakil presiden, serta keluarga mereka. Undangan tersebut dikirim sejak Selasa 11 Agustus 2026.
Upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi akan digelar di lapangan Istana Merdeka, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran pejabat negara serta tokoh nasional. Pemerintah juga mengundang masyarakat melalui sistem pendaftaran daring, dengan kapasitas terbatas sekitar 5.500 orang.
Selain para kepala negara terdahulu, pemerintah juga mengundang sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara untuk memeriahkan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.









