Koma.id – Putra Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Kolonel Inf. Muhammad Benrieyadin Sjamsoeddin, mendapat promosi menjadi Komandan Korem (Danrem) 051/Wijayakarta. Promosi tersebut sekaligus membuat Benrieyadin menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.
Kenaikan pangkat Benrieyadin menjadi jenderal bintang satu menjadi sorotan karena ia tercatat bukan lulusan Akademi Militer (Akmil). Benrieyadin merupakan perwira lulusan Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) TNI 2004.
Dengan promosi tersebut, Benrieyadin tercatat melampaui sejumlah perwira yang lebih senior dari sisi tahun pendidikan Akmil, termasuk lulusan Akmil 2001, 2002, dan 2003, dalam hal mencapai pangkat jenderal.
Istilah “melompati tiga angkatan” tersebut merujuk pada senioritas tahun angkatan, bukan berarti Benrieyadin melewati atau mengabaikan proses pendidikan maupun mekanisme kenaikan pangkat di lingkungan TNI.
Benrieyadin menggantikan Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso sebagai Danrem 051/Wijayakarta. Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di jajaran Kodam Jaya.
Karier dari Kopassus
Sebelum dipercaya menjadi Danrem 051/Wijayakarta, Benrieyadin memiliki rekam jejak penugasan di sejumlah satuan strategis TNI AD.
Ia pernah menjabat Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 17/Sakti Budi Bakti atau Kujang I Kostrad. Jabatan tersebut diembannya sejak 2024.
Sebelumnya, Benrieyadin banyak berkarier di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia pernah menduduki sejumlah posisi mulai dari Komandan Peleton, Komandan Kompi hingga Komandan Batalyon 32 Grup 3 Kopassus.
Benrieyadin juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Panglima TNI pada periode 2023-2024.
Pengalamannya tidak hanya terbatas pada penugasan di dalam negeri. Benrieyadin juga tercatat pernah terlibat dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon melalui Kontingen Garuda.
Bukan Lulusan Akmil
Berbeda dengan mayoritas perwira yang berkarier hingga jenjang perwira tinggi TNI AD, Benrieyadin tidak menempuh pendidikan melalui Akmil.
Ia mengikuti pendidikan Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) TNI pada 2004. Jalur tersebut merupakan salah satu jalur resmi pembentukan perwira TNI selain Akademi Militer.
Dari sisi pendidikan akademik, Benrieyadin tercatat memiliki gelar Bachelor of Science (B.Sc.) dari Northeastern University, Boston, Amerika Serikat. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari University of San Diego.
Ia juga pernah mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura.
Putra Menhan
Promosi Benrieyadin menjadi Danrem 051/Wijayakarta juga mendapat perhatian karena ia merupakan putra Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie merupakan purnawirawan TNI yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan militer sebelum dipercaya menjadi Menteri Pertahanan.
Sementara itu, Benrieyadin kini mengemban tugas sebagai Danrem 051/Wijayakarta dengan pangkat Brigjen TNI.
Dengan posisi tersebut, Benrieyadin menjadi salah satu perwira dari jalur Sepa PK yang berhasil mencapai posisi strategis di jajaran TNI AD dan menyandang pangkat jenderal bintang satu.








