Koma.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025. Capaian ini disebut sebagai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional, karena target strategis yang semula ditetapkan untuk dicapai dalam waktu empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.
“Saya beri target kepada tim saya, kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun. Tahun 2025, kita tidak impor beras sama sekali. Target empat tahun, kita bisa capai dalam waktu satu tahun,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Hal ini menjadi penanda keberhasilan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian sektor pertanian.
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Selain berdampak pada ketahanan pangan dalam negeri, Prabowo menyebut capaian swasembada beras juga memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian global. Menurutnya, keputusan Indonesia untuk tidak mengimpor beras turut menurunkan harga beras dunia secara signifikan.
“Kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun ratusan dolar. Banyak negara berterima kasih sama kita,” kata Kepala Negara.
Pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada beras melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di masa mendatang.
Dengan capaian ini, Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor pangan, sekaligus menunjukkan kemampuan mempercepat target strategis nasional melalui kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.









