Koma.id | Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia resmi memulai rangkaian Bulan Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penyelenggaraan Dzikir dan Doa Kebangsaan Tahun 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (01/08).
Acara yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi momentum pembuka peringatan kemerdekaan dengan tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, sebanyak 1.263 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diterjunkan untuk mengamankan kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB. Empat akses masuk disiapkan bagi peserta, yakni Pintu Timur Laut, Tenggara, Lapangan Ikada, dan Barat Monas, sementara Pintu Barat Laut dikhususkan bagi Presiden, Wakil Presiden, serta tamu VVIP dan VIP.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga menyiapkan 19 titik kantong parkir dengan kapasitas 3.755 mobil dan 5.105 sepeda motor. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional apabila terjadi kepadatan di sekitar kawasan Monas. Masyarakat diimbau menggunakan transportasi umum seperti MRT, TransJakarta, KRL, atau LRT Jabodebek untuk menghindari kemacetan.
Kegiatan terbuka untuk umum ini dimulai pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga 21.30 WIB. Masyarakat dapat memasuki area sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu keamanan di sisi utara dan selatan Monas. Susunan acara mencakup Khotmil Qur’an, Salat Magrib berjemaah, Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, serta Doa Lintas Agama yang dipimpin para tokoh dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Aksi AMPB Berakhir! Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset Dibacakan, Massa Pilih Pulang
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menyebut kegiatan ini sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Melalui zikir dan doa lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Peserta diimbau mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat praktis, serta tidak membawa barang berlebihan. Barang berbahaya seperti senjata tajam, petasan, dan benda berisiko dilarang dibawa ke area kegiatan. Kementerian Agama juga menyiapkan ratusan toilet dan area wudu dengan 1.000–1.500 keran untuk kenyamanan jamaah.
Acara Dzikir dan Doa Kebangsaan di Monas menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan kemerdekaan RI ke-81, sekaligus ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam menyambut Bulan Kemerdekaan.









