Koma.id- Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menyatakan sejumlah kader partainya telah menyampaikan pandangan terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai polemik persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pandangan tersebut di antaranya disampaikan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun, Deddy Sitorus, Andreas Hugo Pereira, serta mantan Ketua MK Mahfud MD.
Hendrawan mengatakan, berbagai pendapat dari kalangan ahli hukum tata negara turut memberikan perspektif mengenai dampak konstitusional dari persoalan tersebut. Ia secara khusus menyoroti analisis Mahfud MD yang dinilainya memberikan pemahaman mengenai pentingnya persoalan itu dalam kehidupan bernegara.
“Di luar itu, banyak ahli ketatanegaraan yang sudah berpendapat. Salah satu yang mencerahkan adalah ulasan Prof. Mahfud MD. Dari situ kita tahu, secara ketatanegaraan, efek konstitusional urusan ini tidak sepele. Sebagai negara bangsa kita sedang diuji, apakah kita setia kepada konstitusi atau tidak,” kata Hendrawan, dikutip.
Meski sejumlah pandangan telah bermunculan, Hendrawan belum mengungkapkan keputusan resmi PDIP mengenai langkah politik yang akan diambil. Termasuk mengenai desakan agar Gibran mengundurkan diri maupun kemungkinan DPR menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme pemakzulan.
Ia meminta publik menunggu sikap resmi fraksi PDIP di DPR dan MPR yang akan disampaikan pada waktunya.
Hendrawan juga menyampaikan keyakinannya bahwa Gibran tengah mempertimbangkan berbagai pilihan yang mungkin diambil ke depan di tengah polemik yang kembali mencuat tersebut.
“Gibran, saya juga percaya, sedang menimbang-menimang pilihan-pilihan yang ada ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menyatakan sependapat dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung yang menyarankan Gibran mengundurkan diri setelah putusan MK tersebut.
Menurut Andreas, pengunduran diri dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengakhiri polemik sekaligus mencegah persoalan itu berkembang lebih jauh.
“Saya sependapat dengan Rocky Gerung, karena sejak awal, bahkan sejak kasus ini masuk ke tahap pembuktian di MK, saya pikir sebaiknya GRR mengundurkan diri agar kasus ini ditutup dan tidak menjadi aib bagi GRR sendiri, bagi keluarganya dan bagi kita sebagai bangsa,” kata Andreas dikutip.








