Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Penyemprotan Disinfeksi dipasar Hewan Cegah PMK Meluas

×

Penyemprotan Disinfeksi dipasar Hewan Cegah PMK Meluas

Sebarkan artikel ini
Penyemprotan Disinfeksi dipasar Hewan Cegah PMK Meluas

Koma.id, Pasuruan – Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Pasuruann melakukan menyemprotan desinfektan di pasar hewan Sukorejo, tepatnya di desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sejumlah petugas tampak aktif melakukan penyemprotan desinfektan di semua area Pasar Hewan, sapi milik pedagang yang datang dari wilayah luar Kecamatan disemprot untuk meminimalisir merebahnya kasus tersebut, tidak hanya itu kandang-kandang alias area tempat jual beli ternak hingga fasilitas umum di dalam Pasar Hewan juga turut di semprot.

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala Didang Dinaskeswan Kabupaten Pasuruan, Panti Tri Absari mengatakan, dalam seminggu terakhir, penyemprotan dilakukan setiap hari. Lokasinya pun bergantian dari semua pasar hewan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

“Sebenarnya kegiatan kami rutin dilakukan apalagi ada peningkatan kasus PMK jadi terus melakukan penyemprotan karena dipasar itu pertemuan sapi dari mana-mana.” Ujar Kepala Didang Dinaskeswan Kabupaten Pasuruan, Pati Tri Absari.

Tujuan dilakukannya disinfeksi tersebut untuk mencegah penularan virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada ternak. Sebab Pasar Hewan merupakan salah satu lalu lintas perputaran ternak.

Pati menambahkan, target Disnakkeswan Pasuruan, penyemproton akan dilakukan kesemua pasar di Kabupaten Pasuruan secara rutin.

Selain itu pemilik hewan dihimbau untuk ikut melakukan perawatan dan jika perlu minta pendampingan petugas untuk tidak merebak.

Pedagang sapi mengaku selain mengikuti anjuran dari dinas, para pedagang sapi juga memiliki trik tersendiri dalam merawat sapi agar tidak terjangkit PMK, yakni memberikan minuman herbal.

“saya sering jamu yang terdiri dari gula merah, kunir, kunyit dan daun soro yang direbus serta diminumkan dua kali dalam sehari dalam kondisi hangat kuku.” kata H. Sukar saat diwawancara waratwan di dalam pasar.

Diketahui selama akhir bulan Desember 2024 hingga Januari 2025 kasus PMK di Kabupaten Pasuruan sudah ada 171 ekor sapi yang terjangkit PMK dan sapi yang terjangkit PMK ada 150 sapi dinyatakan sembuh sisinya mati.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.