Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Pengacara Bali Agus Mulyawan Dukung Piala Dunia U-20 Tetap Berlangsung di Indonesia

×

Pengacara Bali Agus Mulyawan Dukung Piala Dunia U-20 Tetap Berlangsung di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pengacara Bali Agus Mulyawan Dukung Piala Dunia U-20 Tetap Berlangsung di Indonesia

Koma.id – Pembatalan drawing Piala Dunia U20 tahun 2023 oleh FIFA yang akan berlangsung di Indonesia, tepatnya di Bali menuai polemik. Hal ini sangat disayangkan oleh Pengacara Bali I Kadek Agus Mulyawan, SH.MH., yang sekaligus juga penggemar dunia sepakbola.

“Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi sebagai akibat dari polemik protes anti Israel yang disinyalir dilakukan oleh beberapa sejumlah tokoh dan elemen masyarakat. Padahal multiplier effect jika laga bergengsi tersebut bisa dilakukan di Indonesia akan sangat luar biasa.” tegas Agus Mulyawan.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia sangat menyayangkan pembatalan drawing Piala Dunia U-20, pasalnya kondisi saat ini sedang dalam resesi global dan Indonesia sedang berjuang bangkitkan geliat pariwisata.

“Apalagi kita berada dalam kondisi resesi ekonomi dunia, harusnya ini tidak terjadi kalau saja kita semua berpikir jernih dan bijak bahwa kegiatan Olahraga, khususnya Sepak bola harus dipisahkan dengan masalah politik. Apalagi Indonesia yang juga butuh pemulihan pariwisata setelah mengalami stagnasi akibat pandemi Covid-19,” papar Pengacara asli Bali ini.

Agus juga menyinggung problem penolakan Israel karena dukungan Indonesia dalam perjuangan mendukung kemerdekaan Palestina.

”Sah-sah saja pendapat tersebut, tapi kalau kaca mata saya lebih melihat hal ini di dunia persepakbolaan dan terlalu dini mengambil kesimpulan jika hal ini dikait-kaitkan dengan isu politik.” tegas dia.

Agus juga mengingatkan bahwa FIFA sendiri sudah berdiri lebih dari 100 tahun yang didirikan di Paris tahun 1904 dan tujuan FIFA sendiri didirikan untuk mengembangkan permainan sepak bola secara global untuk mempersatukan nilai kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa Israel sudah lolos piala dunia FIFA di tahun 1970.

“Jadi apakah kita tolak? Bagaimana kita bisa mengatakan ini menjadi isu politik atau apalah, jadi sepatutnya kita membedakan mana olahraga, mana politik. Sedangkan PBB sendiri belum mengakui Palestina sebagai anggotanya. Apakah kita anti PBB? Dalam pandangan saya, sepatutnya kita mendukung agenda ini apalagi sudah dipersiapkan jauh sebelumnya oleh FIFA.” tandasnya.

Agus berharap bahwa ajang pertandingan sepakbola dunia dua tahunan yang mempertemukan para pemain muda untuk menjadi juara dunia kelompok usia di bawah 20 tahun ini tidak batal. Ia juga berharap Indonesia tidak terkena sanksi. Ia juga menekankan agar masalah olahraga tidak tercampur ke politik.

“Semoga saja kita tidak kena sanksi lagi dan semoga tidak menjadi kemunduran di dunia persepakbolaan kita. Kedepannya, semoga kita dapat mendudukkan persoalan Piala Dunia U-20 2023 menjadi persoalan olahraga, tidak melebar ke masalah politik. Saya berharap Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20/2023,” tutup lawyer yang sekaligus tokoh intelektual Bali ini.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.