Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamananNasional

Pendekatan Humanis Korlantas Panen Apresiasi Ojol

×

Pendekatan Humanis Korlantas Panen Apresiasi Ojol

Sebarkan artikel ini
Hrq02049 1 Scaled 1

Koma.id– Perwakilan komunitas ojol dari Sumatra Utara, Agam Zubir, menyampaikan adanya perubahan signifikan dalam pendekatan aparat lalu lintas. Dimana pola penegakan hukum yang sebelumnya identik dengan penindakan kini bergeser menjadi lebih humanis dan mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan di sela-sela Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menggelar forum silaturahmi bersama perwakilan komunitas ojek online (ojol) dari 12 Polda di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami merasakan perubahan besar. Kalau dulu pendekatannya lebih ke penindakan, sekarang lebih humanis dan menyentuh langsung ke masyarakat,” kata Agam.

Menurut Agam, perubahan pendekatan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesadaran berlalu lintas, termasuk di kalangan pengemudi ojol. Ia juga menilai berbagai program yang dijalankan Korlantas, terutama saat periode mudik dan arus balik, berhasil menekan angka kecelakaan dari tahun ke tahun.

Selain itu, komunitas ojol kini turut berperan aktif dalam mendukung pengawasan di jalan raya. Para pengemudi disebut menjadi bagian dari sistem informal yang membantu memberikan informasi terkait kondisi lalu lintas di lapangan.

“Kalau dulu kami kenal bapak polisi ini menyentuh dengan surat tilang, kalau sekarang menyentuh dengan hati. Apalagi bapak menyampaikan di tengah warga ojol tempat kami,” ungkapnya.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi pengemudi ojol. Salah satunya adalah tekanan dari sistem aplikasi yang mendorong pengemudi untuk memenuhi target, sehingga berpotensi memicu pelanggaran lalu lintas. Kondisi tersebut dinilai sebagai dilema antara tuntutan ekonomi dan kepatuhan terhadap aturan.

Isu keselamatan penumpang juga menjadi perhatian, terutama masih ditemukannya penumpang yang tidak menggunakan helm. Komunitas ojol menilai diperlukan kolaborasi antara kepolisian, perusahaan aplikasi, dan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Dalam forum itu, para perwakilan ojol juga mendorong pengembangan fitur keselamatan pada aplikasi, seperti sistem darurat yang dapat terhubung langsung dengan aparat lalu lintas guna mempercepat penanganan di lapangan.

Selain itu, peningkatan koordinasi lintas sektor turut disoroti, khususnya antara kepolisian dan PT Jasa Raharja dalam penanganan kecelakaan. Kolaborasi tersebut dinilai semakin responsif dalam dua tahun terakhir, terutama dalam penanganan korban kecelakaan.

Menutup forum, komunitas ojol menyatakan dukungannya terhadap program-program Korlantas Polri dan berharap pendekatan humanis serta kolaboratif terus diperkuat guna menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas di Indonesia.

“Kami melihat perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir. Koordinasi semakin cepat dan korban kecelakaan juga lebih terarah,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.