Koma.id– Isu terkait proyek kereta cepat Indonesia–China kembali menjadi sorotan publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa menyatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menolak untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Whoosh, yang disebut sebagai warisan dari pemerintahan sebelumnya di era Presiden Joko Widodo.
Pernyataan tersebut sontak memicu perdebatan hangat, mengingat proyek kereta cepat Jakarta–Bandung menjadi salah satu proyek strategis nasional yang sempat digadang-gadang sebagai simbol kemajuan infrastruktur Indonesia.
Menanggapi hal itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai pernyataan Menkeu tersebut mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan proyek strategis tersebut.
BBM Pertamina Naik, Dexlite Tembus Rp23.700
Mahfud menegaskan bahwa sejak awal, proyek kereta cepat Whoosh memang menyimpan banyak masalah mendasar yang belum pernah sepenuhnya dibuka ke publik.
Mahfud juga menyinggung bahwa sejumlah isu lain turut menyertai perjalanan proyek tersebut, termasuk kabar pemecatan pejabat yang menolak proyek tersebut di masa awal perencanaan.








