Koma.id | Jakarta – Pemerintah memastikan akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, dengan fokus utama pada profesi guru dan formasi sekolah kedinasan. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik nasional sekaligus memperkuat birokrasi melalui jalur sekolah kedinasan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyebut kebutuhan guru nasional saat ini mencapai 560 ribu orang. Rekrutmen CPNS guru 2026 diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan tersebut, atau sekitar 200 ribu formasi di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan, guru PPPK paruh waktu berusia 35 tahun ke atas akan langsung diangkat menjadi penuh waktu. Sementara bagi yang berusia di bawah 35 tahun, akan melalui proses rekrutmen CPNS. “Insya Allah tahun ini khusus CPNS guru akan dibuka,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (13/08).
Selain guru, Kementerian PANRB mengumumkan pembukaan formasi sekolah kedinasan sebanyak 4.770 formasi, meningkat dari 3.257 formasi pada 2025. Sembilan instansi membuka formasi sekolah kedinasan, antara lain:
- Kementerian Dalam Negeri
- Kementerian Perhubungan (22 sekolah kedinasan)
- Kementerian Keuangan
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Badan Pusat Statistik (BPS)
- Kementerian Hukum dan HAM
- Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
- Badan Intelijen Negara (BIN)
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menegaskan seleksi sekolah kedinasan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk menjamin transparansi. “Seleksi bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin,” katanya.
Pendaftaran akan dilakukan melalui portal SSCASN BKN di laman sscasn.bkn.go.id. Target pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijadwalkan September 2026, dengan tiga materi utama:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Tes Intelegensia Umum (TIU)
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Rini mengingatkan agar peserta tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. “Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegasnya. Ia juga meminta orang tua mendukung anak-anak yang mendaftar agar dapat berkompetisi secara sehat.










