Koma.id– Pegiat media sosial (medsos) Darmansyah turut menyoroti penangkapan dan penetapan tersangka Muhammad Agung Hidayatullah (MAH), pemuda asal Madiun, Jawa Timur yang berperan sebagai penyedia kanal Telegram bernama Bjorkanism.
Pengakuan Muhammad Agung pascaditangkap tim Mabes Polri itu menimbulkan banyak kejanggalan.
Pasalnya sekelas Hacker Bjorka yang katanya merupakan Hacker lintas internasional, anehnya malah meminta penyedia channel kepada tukang es cendol asal Madiun itu.
Roadshow Kebangsaan di Lampung, Ken Setiawan Ungkap Ancaman Paham Ekstrem di Kalangan Anak
“Masa sekelas Bjorka minta penyedia chanel Telegram ke tukang es cendol,” kata Darmansyah, Minggi (18/9/2022).
Apalagi, kata pria yang akrab disapa Darman ini, Muhammad Agung Hidayatullah diketahui tak memiliki komputer.
Bahkan pengakuan tersangka Muhammad Agung, dirinya tak mengatahui sama sekali dunia hacker.
Hal inilah, lanjut Darman, yang menimbulkan banyak kejanggalan atas penangkapan dan pengakuan pemuda berusia 21 tahun itu.
“Dia yang tidak punya komputer apalagi laptop. Bisa terbayang model HP tukang cendol?,” canda Darman.
Sebelumnya Mabes Polri telah menetapkan tersangka MAH, pemuda asal Madiun Jawa Timur yang awalnya disebut sebagai sosok Hacker Bjorka.
Dari hasil pendalaman, MAH ditetapkan tersangka karena terbukti membantu Hacker Bjorka. Tersangka juga berperan sebagai penyedia kanal Telegram bernama Bjorkanism.














