Koma.id – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, menilai bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah positif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam meningkatkan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Namun demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan peningkatan sosialisasi agar pelaksanaan program tersebut berjalan optimal.
Menurut Habib Syakur, sejumlah persoalan yang muncul di lapangan — termasuk dugaan kasus keracunan dan persoalan kualitas makanan — disebabkan oleh lemahnya sosialisasi serta pengawasan mutu di tingkat bawah.
“Problem MBG sebenarnya bisa diatasi kalau sosialisasinya berjalan sepenuhnya di tengah masyarakat. Kualitas mutu makanan bergizi gratis itu harus benar-benar diperhatikan,” ujar Habib Syakur, Senin(13/10/2025).
Ia juga menyoroti peran Badan Gizi Nasional (BGN) yang selama ini menjadi pelaksana utama program tersebut. Menurutnya, BGN masih perlu memperkuat kapasitas dan sistem pengawasannya agar distribusi makanan bergizi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan gizi anak.
“Selama ini terkesan pemerintah sudah menyerahkan ke Badan Gizi Nasional. Tapi ternyata kemampuan lembaga ini dalam mengelola program masih belum maksimal. Kasus keracunan yang terjadi harus jadi introspeksi dan momentum perbaikan,” ujarnya.
Habib Syakur juga menilai perlu adanya kejelasan terkait standar biaya dan kualitas makanan yang disediakan. Ia menepis isu yang menyebutkan bahwa anggaran makanan bergizi hanya Rp6.500 per paket.
“Isu-isu seperti itu jangan dipercaya. Mana mungkin satu paket makanan bergizi bisa di bawah Rp10 ribu. Itu pasti di atas Rp15 ribu. Pemerintah hanya kurang berkomunikasi dengan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi dan sosialisasi di tingkat akar rumput menjadi kunci sukses program MBG. Menurutnya, banyak masyarakat di tingkat RT dan sekolah dasar yang belum memahami maksud dan standar pelaksanaan program ini.
“Segala kebijakan pemerintah tidak pernah disosialisasikan di tingkat bawah. Pemerintah perlu membangun jaringan yang solid di masyarakat agar mutu makanan bergizi benar-benar terkontrol,” katanya.
Habib Syakur mengapresiasi langkah pemerintah yang kini mulai melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Badan Gizi Nasional. Ia berharap pembenahan tersebut membuat program MBG menjadi lebih tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat kecil.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai dilakukan perbaikan itu. Saya optimis program MBG akan lebih baik ke depan,” tutupnya.








