Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Nasaruddin Umar Sah Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

×

Nasaruddin Umar Sah Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Sebarkan artikel ini
Nasaruddin Umar Sah Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (Foto / Istimewa)

Koma.id – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar terpilih sebagai Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) atau Majelis Imam Masjid Dunia.

Nasaruddin dipercaya memimpin organisasi internasional tersebut dalam forum International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang digelar di Jakarta pada 25-27 September 2026. Pembentukan IAMI merupakan salah satu hasil utama konferensi yang diikuti imam besar, mufti, dan delegasi dari 46 negara.

Silakan gulirkan ke bawah

Penetapan Nasaruddin sebagai Presiden pertama IAMI disambut para imam besar dan delegasi yang hadir. Dalam keterangannya, Nasaruddin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga meminta dukungan para imam besar dunia dalam menjalankan amanah tersebut. Ia menyatakan siap mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk kemaslahatan umat.

Dalam kepemimpinannya, Nasaruddin mendorong perubahan cara pandang terhadap fungsi masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan kemanusiaan.

“Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjidlah yang harus memberdayakan umat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW tidak terbatas pada aktivitas ibadah. Masjid juga menjadi tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga pusat aktivitas sosial dan ekonomi umat.

Pembentukan IAMI menjadi wadah kerja sama internasional para imam masjid untuk memperkuat peran masjid dalam pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, serta perdamaian.

IAMI akan berkedudukan di Jakarta sebagai sekretariat pusat. Organisasi tersebut juga akan memiliki sejumlah kantor wilayah di berbagai kawasan dunia.

Kantor wilayah IAMI direncanakan berada di Kuala Lumpur untuk kawasan Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk Australia dan Pasifik.

Selain membentuk IAMI dan menetapkan Nasaruddin sebagai presiden pertama, IGIC 2026 menghasilkan kesepakatan bersama yang diberi nama Jakarta Understanding.

Kesepakatan tersebut menempatkan para imam sebagai salah satu aktor dalam diplomasi keagamaan dan upaya membangun perdamaian dunia. Para peserta juga menekankan pentingnya masjid sebagai ruang yang dapat mempertemukan berbagai kelompok untuk membicarakan persoalan kemanusiaan.

Sebelumnya, Nasaruddin menyampaikan bahwa IGIC membahas berbagai persoalan global, mulai dari konflik kemanusiaan, kerusakan lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga isu sosial lainnya.

Melalui Jakarta Understanding, para imam besar dunia juga menyampaikan pesan bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama dan masjid dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan berbagai perbedaan.

Forum tersebut turut menekankan peran diplomasi agama dalam memperkuat hubungan antarbangsa serta perhatian terhadap persoalan kemanusiaan global, termasuk kondisi rakyat Palestina.

Terpilihnya Nasaruddin Umar sebagai Presiden pertama IAMI sekaligus menempatkan Jakarta sebagai pusat sekretariat organisasi internasional para imam masjid tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.