Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Menteri Investasi : 17 KK Sudah Tempati Hunian Sementara Imbas Penggeseran Lahan di Pulau Rempang

×

Menteri Investasi : 17 KK Sudah Tempati Hunian Sementara Imbas Penggeseran Lahan di Pulau Rempang

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi : 17 KK Sudah Tempati Hunian Sementara Imbas Penggeseran Lahan di Pulau Rempang

Koma.id – Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa sudah sebanyak 17 Kartu Keluarga (KK) telah menempati hunian sementara yang bersedia melakukan penggeseran lahan di Pulau Rempang, Batam Kepulauan Riau.

Ia mwnyampaikan hal tersebut setelah meninjau hunian sementara bagi warga Rempang yang setuju melakukan pergeseran sehubungan dengan pembangunan Rempang Eco-City.

Silakan gulirkan ke bawah

Bahlil juga menyampaikan sudah saat ini sudah sebagian besar warga telah menyatakan siap bergeser.

“Dan sekarang kita lihat, ini ada dari 900 KK kurang lebih, sudah 341 KK yang sudah secara sukarela mau melakukan pergeseran. Dan 17 KK sudah kita tempatkan di tempat ini,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (7/10/2023).

Sebelum meninjau hunian sementara, Bahlil juga sempat bertemu dengan masyarakat di sebuah masjid di Tanjung Banun, Batam. Di situ, Bahlil bertemu dengan masyarakat dari beberapa kampung, termasuk dari Pasir Panjang.

Adapun Pasir Panjang merupakan salah satu dari lima kampung yang ditetapkan oleh pemerintah untuk diprioritaskan mendapatkan pergeseran ke Tanjung Banun.

Selain Pasir Panjang, terdapat kampung Blongkeng, Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung dan Pasir Merah. Dari lima kampung tersebut terdapat 961 Kepala Keluarga (KK) yang akan bergeser ke Tanjung Banun.

Menurut Bahlil 70 persen masyarakat dari Pasir Panjang telah setuju untuk dilakukan pergeseran.

“Di Tanjung Banun, tadi saya ketemu dengan masyarakat perwakilan dari beberapa kampung termasuk dari Kampung Pasir Panjang. Tadi ada dua kelompok masyarakat. Satu, masyarakat yang saya salat bareng dan mereka datang, yang itu memang mereka sudah bersedia untuk melakukan pergeseran. Bahkan data dari Kampung Pasir Panjang itu sudah 70 persen mereka ingin melakukan pergeseran,” ungkap Bahlil.

Meski demikian, Bahlil tidak menutup mata terhadap fakta masih adanya sebagian warga yang menolak untuk melakukan pergeseran. Justru menurutnya di situlah peran pemerintah untuk terus melakukan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

“Setelah saya dari masjid, ada juga sekelompok ibu-ibu yang menyampaikan aspirasi untuk belum mau digeser. Mereka masih ingin tetap di sana. Itulah negara kita negara demokrasi. Jadi justru di situ semakin meyakinkan kepada saya bahwa penting kami pemerintah terus melakukan komunikasi yang baik, sosialisasi yang baik,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.