Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Masyarakat Harus Dukung Reformasi Kultural di Tubuh Polri

×

Masyarakat Harus Dukung Reformasi Kultural di Tubuh Polri

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi. (Foto: Koma.id)
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi. (Foto: Koma.id)

Koma.id – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, mengajak masyarakat tidak perlu takut dan khawatir terhadap proses upaya reformasi terhadap institusi Pol yang bergulir hari ini.

“Masyarakat tidak perlu khawatir (perdebatan reformasi kultural atau struktural) dengan itu sepanjang kita masih tidak mengutak-atik persoalan instrumen atau persoalan struktural,” kata Islah dalam siaran Podcast Koma Indonesia yang dikutip pada Kamis (5/2/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, masyarakat justru harus menyambut baik adanya upaya reformasi institusi di dalam tubuh Polri karena menyangkut persoalan budaya atau kultural.

“Kalau persoalan kultural yang kita utak-atik ya seharusnya masyarakat menyambut baik apalagi di dalam ruang demokrasi,” katanya.

Indonesia sebagai negara demokrasi, Polisi wajib tunduk terhadap hukum sipil karena hal ini berkaitan dengan supremasi sipil.

Sehingga masyarakat sipil juga memiliki peran penting dalam rangka memperkuat lembaga kepolisian segabaimana mestinya negara demokrasi.

“Kalau kita berbicara demokrasi maka kita berbicara tentang supremasi sipil. Dan Polisi adalah penegak hukum tunduk kepada hukum sipil,” kata Islah.

“Artinya apa? Kalau memang masyarakat sipil ingin tegaknya supremasi sipil secsuai cita-cita reformasi maka seharusnya Masyarakat juga bisa ikut memperkuat kepolisian. Itulah yang di maksud dengan demokrasi,” sambungnya.

Islah menekankan, sangat anomali apabila masyarakat justru ikut membenci polisi karena dalam ruang demokrasi dua instrumen ini seharusnya dan sewajibnya saling menguatkan.

“Karena ruang demokrasi itu seharusnya Masyarakat sipil itu dikuatkan oleh Polisi dan Polisi dikuatkan oleh Masyarakat. Dengan proses penguatan dua pihal ini maka supremasi sipil di dalam demokrasi itu terjadi,” ungkapnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.