Koma.id– Sebuah video tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS), kembali mengundang sorotan publik setelah viral di media sosial. Dalam video tersebut, HRS menyatakan dukungannya terhadap delapan poin pernyataan sikap yang disampaikan Forum Purnawirawan TNI, bahkan ingin menambahkan satu tuntutan baru, yakni dorongan agar mantan Presiden Joko Widodo diadili.
Video tersebut direkam di kediaman Rizieq di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh turut hadir dalam momen tersebut, termasuk mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, aktivis Marwan Batubara, serta mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko.
Menanggapi itu, Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro menekankan suara Rizieq tak lagi relevan di tengah masyarakat.
“Habib Rizieq ini ngoceh sampai mulut berbusa pun tetap sudah tidak laku lagi. Enggak didengar oleh masyarakat karena cuman omon-omon cari panggung. Sudah kelihatan, mereka ini barisan kelompok yang masih sakit hati kepada Pak Jokowi,” kata KP Norman, Selasa (6/5/2025).
Norman menekankan bahwa kritik-kritik terhadap Jokowi, termasuk tuduhan soal ijazah, sudah kehilangan daya tarik.
“Sampai mulut berbusa ngocehnya, ya enggak bakal didengar. Presiden Prabowo saja mengakui kinerja Pak Jokowi kok,” tambahnya.
Norman juga mempertanyakan kontribusi nyata apa dari Rizieq untuk bangsa ini?
“Apa yang sudah dibuat Rizieq untuk Indonesia? Sementara Pak Jokowi dari Sabang sampai Merauke sudah meratakan pembangunan dan meningkatkan martabat bangsa di mata dunia,” ujarnya.
Norman menambahkan, dalam satu dekade pemerintahannya, Jokowi dikenal dengan pendekatan Indonesiasentris, membawa pembangunan ke pelosok negeri. Mulai dari pembangunan jalan tol sepanjang lebih dari 2.000 km, hingga proyek konektivitas seperti kereta listrik dan bandara baru.
Bahkan, program-program sosial seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) memberikan akses pendidikan dan kesehatan kepada jutaan warga kurang mampu. Data menyebutkan bahwa lebih dari 267 juta jiwa telah menjadi peserta JKN-KIS, mencakup 95% populasi Indonesia.
Lalu keberhasilan melewati masa sulit yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara yang berhasil menangani krisis global akibat COVID19 dengan cepat.
“Kalau Rizieq cuman omon-omon saja. Dari dulu sampai sekarang sama saja konteks selalu berusaha menyerang Pak Jokowi dari setiap celah namun semuanya mental enggak ada yang mempan karena rakyat lebih percaya fakta,” tandasnya.








