Koma.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, meluas hingga mencapai sekitar 899,38 hektare. Hingga Rabu 12 Agustus 2026, masih terdapat dua titik api yang harus dipadamkan, masing-masing di kawasan Dingklik dan P30.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto dan sejumlah pejabat, Pratikno meninjau langsung lokasi karhutla Bromo.
Sebelum menuju lokasi, rombongan melakukan pertemuan di Posko Karhutla Korem 083/Baladika Jaya. Pertemuan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza RR Sastranegara, serta jajaran Forkopimda dan BPBD dari sejumlah daerah terdampak.
Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran telah mencapai luas sekitar 899,38 hektare. Dari 34 titik api yang muncul sejak awal kejadian, kini tersisa dua titik yang masih memerlukan penanganan.
Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara. Di darat, petugas mengerahkan mobil pemadam kebakaran serta melakukan pemadaman secara manual. Sementara dari udara, BNPB mengoperasikan tiga helikopter untuk water bombing, yakni PK-DAP, PK-DBM, dan PK-DAN.
Pratikno mengapresiasi upaya BNPB, Pemprov Jatim, TNI, Polri, serta para relawan dalam menangani kebakaran tersebut. Namun, ia meminta pemerintah daerah dan TNI meningkatkan perannya agar pemadaman dapat segera dituntaskan.
“Saya kira koordinasinya di daerah. Karena BNPB ini banyak sekali yang ditangani. Saya minta Pak Sekda dengan segenap jajarannya dan TNI untuk memaksimalkan perannya dalam penanganan ini,” ujar Pratikno.
Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto juga meminta BPBD Jatim dan seluruh unsur yang terlibat mengoptimalkan upaya pemadaman. Menurutnya, diperlukan strategi yang lebih efektif agar api segera dapat dikendalikan.
“Sebab helikopter yang dipakai di Bromo ini juga ditunggu di tempat lain. Karena kejadian karhutla tidak hanya di Bromo,” katanya.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait akan menyusun strategi yang lebih efektif. Ia menargetkan penanganan menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa hari ke depan.
“Hari ini sudah memasuki hari ke-8 dari kejadian awal pada Senin lalu. Paling tidak, hari Jumat sudah harus ada hasil yang signifikan,” ujarnya.
Adhy mengatakan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan setelah kebakaran tertangani. Berdasarkan pengalaman penanganan karhutla pada 2023, BPBD akan melakukan rehabilitasi terhadap jaringan pipa air yang terbakar.
Pemulihan juga mencakup aktivitas pariwisata di kawasan Bromo. Penutupan kawasan wisata selama proses penanganan kebakaran berdampak terhadap masyarakat, termasuk komunitas jip yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan operasi water bombing hingga Selasa (11/8/2026) telah dilakukan sebanyak 15 rit dengan total air yang dijatuhkan mencapai sekitar 37.000 liter.
Namun, operasi udara menghadapi kendala cuaca. Kabut dan kepulan asap tebal mengurangi jarak pandang sehingga memengaruhi visibilitas helikopter dalam melakukan pemadaman.
Penanganan karhutla Bromo melibatkan berbagai unsur, mulai dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Jatim, relawan, hingga sejumlah pemerintah daerah. Unsur yang terlibat antara lain Damkar Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, dan BPBD Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah berharap dua titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan sehingga penanganan karhutla Bromo memasuki tahap pemulihan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.








