Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Isu Bendera One Piece Sengaja Digoreng untuk Goyang Pemerintah

×

Isu Bendera One Piece Sengaja Digoreng untuk Goyang Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Viral Bendera One Piece: Jangan Bungkus Ketidaktahuan dengan Dalih Kritik, Simbol Negara Jangan Dipermainkan!

Koma.id – Sekretaris Jenderal Relawan Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo, Budiyanto Hadinagoro, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya upaya sejumlah pihak yang diduga mencoba mendeligitimasi Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melalui isu viral bendera bergambar Jolly Roger dari anime One Piece.

Budiyanto menilai bahwa penggunaan simbol fiksi tersebut telah digoreng secara politis untuk membentuk narasi negatif terhadap pemerintahan baru.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ada oknum-oknum yang ingin memecah belah dengan memanfaatkan hal-hal yang sepele, seperti viralnya bendera One Piece, untuk menuduh pemerintah tidak serius menangani masalah bangsa. Ini jelas provokasi,” ujarnya, Rabu (31/7/2025).

Ia meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak substansial dan sengaja diciptakan untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional. Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya adalah mendukung pembangunan dan menjaga persatuan bangsa.

“Masyarakat harus cerdas dan tidak terjebak pada isu yang sengaja dihembuskan untuk melemahkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kita harus fokus pada pembangunan dan persatuan,” tegas Budiyanto.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan literasi media agar publik mampu memilah informasi secara kritis di tengah arus deras kampanye hitam dan disinformasi yang beredar. Pemerintah, kata dia, perlu diberi ruang untuk bekerja tanpa harus terus diganggu oleh isu-isu viral yang tidak esensial.

“Gedung pemerintahan tidak dibangun dari meme atau viral video, tapi dari kerja nyata. Jangan sampai kita terdistraksi oleh isu-isu yang tidak substantif,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.