KOMA.ID, LONDON – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan pernyataan resmi menanggapi serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran di Iran. Meski menegaskan Kerajaan Inggris tidak terlibat langsung dalam serangan tersebut, Starmer menyatakan solidaritas penuh kepada sekutunya dan menyiagakan kekuatan udara Inggris di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya, PM Starmer menyebut rezim Iran sebagai aktor yang bertanggung jawab atas destabilisasi kawasan. Ia menuduh Teheran telah membunuh ribuan rakyatnya sendiri dan menjadi ancaman langsung bagi keamanan internasional, termasuk terhadap warga di Inggris.
Paus Leo Operasi Kanker Paru-paru
“Kami telah jelaskan bahwa kerajaan di Iran benar-benar penjahat. Mereka telah membunuh ribuan orang mereka sendiri dan terus mencari cara untuk mengacaukan kawasan. Bahkan di Inggris, mereka menebar ancaman langsung terhadap para disiden dan komunitas Yahudi,” tegas Starmer, Minggu (1/3/2026).
Diserang Houthi Bertubi-tubi, Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh hingga 18 Oktober
Starmer mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, Iran telah meluncurkan lebih dari 20 serangan potensial yang menargetkan wilayah kedaulatan Inggris. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penghentian program senjata nuklir Iran tetap menjadi prioritas utama London dan Washington.
Pesawat Tempur Inggris Berada di Langit
Meskipun tidak berpartisipasi dalam serangan ofensif AS-Israel, Starmer mengonfirmasi bahwa militer Inggris telah meningkatkan kemampuan pertahanannya di kawasan. Pasukan Inggris saat ini dalam kondisi aktif untuk melindungi kepentingan dan rekan-rekan regional mereka.
“Pesawat-pesawat Inggris berada di langit hari ini sebagai bagian dari operasi pertahanan regional yang terkoordinasi. Ini dilakukan untuk melindungi rakyat kami, kepentingan kami, dan rekan-rekan kami, sesuai dengan koridor undang-undang internasional,” jelasnya.
Ia juga menjamin bahwa perlindungan terhadap personel dan pesawat Inggris telah ditingkatkan ke tingkat tertinggi guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut.
Di tengah ketegangan yang memuncak, Starmer mengaku telah berkomunikasi dengan para pemimpin E3 (Prancis dan Jerman) serta pemimpin negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ia mendesak Iran untuk segera menghentikan program senjatanya dan mengakhiri represi terhadap rakyatnya sendiri sebagai satu-satunya jalan menuju deeskalasi.
“Sangat penting bagi kita untuk kembali ke proses diplomatis. Iran bisa mengakhiri hal ini sekarang juga dengan menyerahkan program senjata mereka dan berhenti menebar kekacauan. Inilah jalan untuk kembali ke meja negosiasi,” pungkas Starmer.














