Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 7 Persen

×

Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 7 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kilang Minyak
Ilustrasi kilang minyak dunia . (Foto / Istimewa)

Koma.id Harga minyak dunia melonjak hampir 7 persen pada perdagangan Rabu (29/7/2026) di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global. Harga minyak mentah Brent ditutup naik ke US$89,93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat menjadi US$84,60 per barel.

Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangkaian aksi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kelompok yang didukung Iran. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Silakan gulirkan ke bawah

Pelaku pasar juga mencermati ancaman kelompok Houthi yang berencana mengenakan biaya terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran internasional dan memperbesar risiko terhadap kelancaran distribusi minyak global.

Sentimen kenaikan harga turut diperkuat oleh laporan penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat yang melebihi perkiraan analis. Berkurangnya cadangan minyak di negara konsumen terbesar dunia itu memicu kekhawatiran bahwa pasokan akan semakin ketat di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, pasar juga menilai OPEC+ kemungkinan akan menunda rencana peningkatan produksi minyak yang semula diproyeksikan mulai Oktober 2026. Apabila penundaan tersebut benar terjadi, pasokan minyak global diperkirakan tetap terbatas sehingga menopang kenaikan harga.

Sejumlah analis memperkirakan harga minyak Brent masih akan bergerak fluktuatif di kisaran US$80 hingga US$100 per barel dalam jangka pendek. Arah pergerakan harga sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah, keamanan jalur pelayaran internasional, serta kebijakan produksi negara-negara anggota OPEC+.

Kenaikan harga minyak dunia diperkirakan juga akan meningkatkan tekanan terhadap inflasi global serta biaya energi di berbagai negara, termasuk negara-negara pengimpor minyak, apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.