Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKesehatanNasional

Harga Kondom Terancam Naik 30 Persen Imbas Perang Iran

×

Harga Kondom Terancam Naik 30 Persen Imbas Perang Iran

Sebarkan artikel ini
Kondom

Koma.id | Jakarta – Produsen kondom terbesar dunia, Karex, memperingatkan harga kondom berpotensi naik hingga 30 persen akibat terganggunya rantai pasok global imbas perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik di kawasan Teluk, khususnya Selat Hormuz, disebut menghambat distribusi bahan baku penting untuk produksi kondom.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, menyatakan perusahaan tidak punya pilihan selain membebankan biaya tambahan kepada konsumen.

Silakan gulirkan ke bawah

“Situasinya jelas sangat rapuh, harga mahal. Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan,” ujarnya kepada Reuters, Selasa (21/04).

Karex yang berbasis di Malaysia memproduksi lebih dari 5 miliar kondom per tahun dan mengekspor ke lebih dari 130 negara. Merek yang diproduksi antara lain Durex, Trojan, ONE, Trustex, Carex, dan Pasante. Selain kondom, perusahaan juga memproduksi pelumas, sarung tangan, kateter medis, dan pelindung probe.

Gangguan pasokan terjadi karena lonjakan harga energi dan terbatasnya akses bahan baku turunan minyak seperti nafta, silikon oil, dan amonia yang menjadi komponen penting dalam produksi kondom. Sekitar 41 persen pasokan nafta di Asia berasal dari Timur Tengah. Jika akses terhambat, produsen terpaksa menaikkan harga untuk menutup biaya.

Selain biaya produksi dan kemasan yang meningkat, Karex juga menghadapi keterlambatan pengiriman.

“Kami melihat banyak kondom tertahan di kapal yang belum sampai ke tujuan, padahal sangat dibutuhkan,” kata Goh.

Meski demikian, perusahaan menyebut masih memiliki pasokan untuk beberapa bulan ke depan. Namun, jika konflik berlanjut, kenaikan harga dipastikan sulit dihindari.

Para ekonom menilai dampak perang Iran tidak hanya memengaruhi minyak dan gas, tetapi juga industri petrokimia yang menjadi tulang punggung berbagai produk, termasuk kondom.

Kepala global sektor minyak dan gas KPMG, Angie Gildea, menegaskan, “Banyak yang membahas minyak mentah dan dampaknya terhadap diesel dan bensin, tetapi feedstock dan petrokimia juga mengalami kekurangan.”

Kondisi ini menambah tekanan terhadap industri di Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dan bahan baku dari Timur Tengah. Jika berlanjut, kenaikan harga kondom akan menjadi salah satu imbas nyata dari konflik geopolitik yang mengguncang rantai pasok global.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.