Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Harga Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kg

×

Harga Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Cabai
Harga cabai rawit menjadi komoditas yang sering mengalami kenaikan paling tinggi. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar eceran nasional masih menunjukkan pergerakan yang cukup tinggi. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp92.400 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras berada di level Rp29.250 per kg.

Data PIHPS yang dipantau di Jakarta pada Rabu pukul 10.10 WIB menunjukkan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan pangan lainnya.

Silakan gulirkan ke bawah

Selain cabai rawit merah, komoditas hortikultura lainnya juga tercatat berada pada level puluhan ribu rupiah per kilogram. Harga bawang merah berada di kisaran Rp39.650 per kg, sedangkan bawang putih tercatat Rp39.600 per kg.

Pergerakan harga juga terlihat pada kelompok cabai lainnya. Cabai merah besar tercatat Rp52.800 per kg, sementara cabai merah keriting mencapai Rp60.450 per kg. Adapun cabai rawit hijau berada di level Rp64.650 per kg.

Kondisi tersebut menunjukkan komoditas cabai masih menjadi salah satu bahan pangan yang memiliki harga cukup tinggi di tingkat konsumen. Perbedaan harga antarkomoditas juga cukup terlihat, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Pada komoditas beras, PIHPS mencatat harga yang bervariasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dijual rata-rata Rp14.850 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II berada di angka Rp15.100 per kg.

Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp16.250 per kg dan medium II sebesar Rp16.050 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I berada pada harga Rp17.350 per kg dan super II Rp16.900 per kg.

Komoditas protein hewani juga mengalami variasi harga. Daging ayam ras segar tercatat sebesar Rp39.550 per kg. Sedangkan harga daging sapi kualitas I mencapai Rp147.650 per kg dan daging sapi kualitas II berada di level Rp141.000 per kg.

Sementara itu, harga telur ayam ras yang mencapai Rp29.250 per kg menjadi salah satu komoditas pangan yang turut menjadi perhatian karena merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Di kelompok gula, PIHPS mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp20.600 per kg. Adapun gula pasir lokal dijual dengan harga rata-rata Rp19.100 per kg.

Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng curah tercatat Rp20.750 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I berada pada harga Rp24.250 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp23.750 per liter.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar eceran nasional pada saat pemantauan dilakukan. Harga di tingkat konsumen sendiri dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, bergantung pada pasokan, distribusi, permintaan, serta kondisi pasar setempat.

Kenaikan atau tingginya harga sejumlah komoditas, khususnya cabai dan bahan pangan pokok, berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga apabila berlangsung dalam waktu yang cukup panjang. Karena itu, perkembangan harga pangan strategis menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah dan otoritas terkait.

PIHPS Nasional menjadi salah satu sumber informasi yang digunakan untuk melihat perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis di tingkat konsumen. Data tersebut dapat menjadi gambaran mengenai dinamika harga pangan dan perubahan yang terjadi di pasar secara nasional.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.