Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Hamenang Wajar Ismoyo Resmi Jadi Tersangka

×

Hamenang Wajar Ismoyo Resmi Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Hamenang Tersangka
Hamenang Wajar Ismoyo mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

KOMA.ID, JAKARTA – Tim penyidik dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah meningkatkan pengusutan dugaan rasuah pasca menangkap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan 19 orang lainnya dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (16/10/2026), ke tahap penyidikan. Peningkatan status pengusutan kasus disertai dengan penetapan tersangka.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menetapkan tersangka terkait OTT tersebut melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif para pihak yang diamankan. Sayangnya, Budi saat ini belum membeberkan identitas para pihak yang dijerat sebagai tersangka.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tadi malam untuk perkara ini sudah dilakukan ekspose dan diputuskan kegiatan penyelidikan di Klaten naik ke tahap penyidikan. Kemudian untuk pihak-pihak yang kemudian ditetapkan untuk bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers rencana sore ini,” ucap Budi kepada wartawan, Jumat 16 Oktober 2026.

Dalam OTT di sejumlah lokasi di Klaten dan Jakarta, tim Satgas KPK mengamankan Hamenang Wajar Ismoyo dan 19 orang lainnya. Menurut Budi, pihaknya menyita uang tunai sekitar Rp 1,9 miliar dalam OTT ini.

Dikatakan Budi, terdapat lima kluster tindak pidana terkait OTT Bupati Klaten ini. Kelima kluster itu, yakni dugaan suap terkait proyek, suap perizinan, upah pungut, dan penerimaan lain dari dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Hamenangan selain itu diduga memberikan suap kepada pihak BPK terkait audit di Pemkab Klaten.

“Kegiatan penyelidikan ini diduga terkait adanya dugaan pemberian yang dilakukan oleh Bupati kepada oknum di BPK dalam kaitannya pemeriksaan atau audit BPK di Pemerintah Kabupaten Klaten. Sehingga dalam perkara ini ada lima kluster,” ungkap Budi.

Hamenang dan delapan orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT di wilayah Klaten kemarin telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Jumat (17/10/2026) pagi. Selain memboyong para pihak, petugas KPK juga membawa sebuah drum plastik warna biru. KPK menduga drum tersebut digunakan untuk menyimpan uang hasil korupsi.

Hamenangan sendiri memilih bungkam saat tiba di markas lembaga antirasuah. Tampil mengenakan masker, topi, dan jaket, Hamenangan tutup mulut saat dicecar sejumlah pertayaan oleh awak media. Hamenang langsung memasuki lobi gedung KPK.

“Ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” kata Budi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.