Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gusdurian Ultimatum Pemerintah agar Cabut Larangan Ahmadiyah Gelar Jalsah Salanah di Kuningan

×

Gusdurian Ultimatum Pemerintah agar Cabut Larangan Ahmadiyah Gelar Jalsah Salanah di Kuningan

Sebarkan artikel ini
Gusdurian Ultimatum Pemerintah agar Cabut Larangan Ahmadiyah Gelar Jalsah Salanah di Kuningan

Koma.id – Jaringan Gusdurian mendesak pencabutan larangan kegiatan Jalsah Salanah jemaah Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menegaskan bahwa kebebasan beragama harus tetap terjaga di Kabupaten Kuningan.

“Pemerintah daerah seharusnya memastikan hak-hak konstitusional warga terlindungi,” ujar dia dalam keterangan resmi Jaringan Gusdurian, Jumat (6/12/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

“Meminta pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Mabes Polri untuk segera membatalkan kebijakan yang diambil oleh Pemkab Kuningan karena tidak hanya inkonstitusional, tetapi juga berpotensi menjadi preseden buruk yang dapat memicu diskriminasi serupa di wilayah lain,” ujar Alissa.

Keputusan melarang kegiatan Jalsah Salanah ini diklaim demi menjaga ketertiban umum.

Namun, menurut Gusdurian, ini justru mengancam hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh UUD 1945, terutama terkait kebebasan beragama, berserikat, dan berkumpul.

Alissa mengatakan, pelarangan ini menunjukkan adanya kontradiksi antara kebijakan daerah dengan prinsip dasar kebebasan beragama yang harus dilindungi di Indonesia.

“Jaringan Gusdurian memandang bahwa bahwa hak beribadah adalah hak dasar yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah daerah,” ucap dia.

“Tindakan semacam ini tidak hanya berpotensi melanggar nilai-nilai hak asasi manusia, tetapi juga mengancam kehidupan toleran yang telah lama dijunjung tinggi di masyarakat Indonesia. Kebebasan beragama adalah fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang seharusnya tidak dibatasi oleh kebijakan lokal yang diskriminatif,” papar putri sulung Abdurrahman Wahid itu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.