Koma.id | Jakarta – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan penanganan empat bencana besar kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas hybrid di Istana Merdeka, Senin (07/09).
BNPB menegaskan fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan pascabencana. Empat bencana yang dilaporkan meliputi gempa bumi NTT, erupsi Gunung Anak Krakatau, kebakaran hutan dan lahan, serta progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Sumatera.
Status aktivitas Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Abu vulkanik terpantau hingga DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hybrid untuk mempercepat peluruhan abu, dengan pesawat beroperasi dari Pondok Cabe hingga malam hari.
Ditpolairud dan Basarnas Kerahkan KN Tetuka Cari 5 Wartawan Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau
Gempa magnitudo 7,7 di NTT telah ditangani dengan distribusi logistik mencapai 98,39 persen dari total 2.142 ton bantuan. Sebanyak 115 sortie pesawat dan 2 kapal dikerahkan. Jaringan listrik dan telekomunikasi berangsur pulih, rumah sakit lapangan berdiri, serta tenda darurat difungsikan sebagai sekolah sementara.
BNPB juga memverifikasi kerusakan rumah:
- Rusak ringan: bantuan stimulan Rp15 juta
- Rusak sedang: Rp30 juta
- Rusak berat: hunian sementara atau Dana Tunggu Hunian sebelum pembangunan rumah tipe 36
Hingga 6 September 2026, total lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 72.009 hektare, dengan 939 hektare masih belum padam. Operasi pemadaman melibatkan 43.481 personel gabungan dan 55 unit armada udara, termasuk 36 heli water bombing. Tiga heli Chinook tambahan dari Kementerian Pertahanan dijadwalkan tiba 10 September 2026.
Suharyanto mengakui kendala utama adalah karakter lahan, akses, cuaca, dan ketersediaan sumber air.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pemulihan masyarakat terdampak harus dipercepat, bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi juga memastikan listrik, komunikasi, air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan kembali berjalan.
“Ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” tegas Presiden.









