Koma.id- Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyoroti maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hampir setiap hari, insiden keracunan makanan ini terjadi di berbagai daerah, dengan jumlah korban siswa yang terus bertambah hingga ribuan orang.
Meski pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah diperketat, hasilnya belum signifikan. Untuk itu, Presiden Prabowo mewacanakan penggunaan perangkat rapid test di setiap dapur SPPG. Alat tes cepat ini berfungsi menguji kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa dapur SPPG yang dibangun Polri sebenarnya sudah dilengkapi dengan rapid test. Perangkat ini digunakan untuk memastikan makanan yang telah dimasak layak konsumsi sebelum disalurkan ke peserta program MBG.
Roadshow Kebangsaan di Lampung, Ken Setiawan Ungkap Ancaman Paham Ekstrem di Kalangan Anak
Sementara itu, dukungan publik terhadap peningkatan kualitas MBG juga muncul. Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, menilai kehadiran situs Review MBG yang diluncurkan Indonesia Food Security Review (IFSR) merupakan langkah positif.
Menurutnya, situs ini memberi ruang bagi orang tua siswa dan masyarakat untuk memberikan ulasan serta masukan terkait pelaksanaan program MBG. Dengan adanya partisipasi publik, diharapkan pengawasan bisa lebih ketat dan program MBG berjalan semakin baik ke depan.








