Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Berita

Gas Asam Nitrat PT Vopak Cilegon Bocor, Warga Sekitar Keracunan

×

Gas Asam Nitrat PT Vopak Cilegon Bocor, Warga Sekitar Keracunan

Sebarkan artikel ini
Gas Asam Nitrat PT Vopak Cilegon Bocor, Warga Sekitar Keracunan
Kebocoran Gas Asam Nitrat (HNO₃) dari PT. Vopak Indonesia, Cilegon, Banten, Sabtu (31/1/2026). (Foto/Istimewa)

Koma.id — Kepulan gas berwarna kuning kecokelatan diduga keluar dari PT Vopak Terminal Merak, pabrik penyimpanan bahan kimia di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu siang (31/1/2026). Gas beraroma menyengat ini membuat puluhan warga di sekitar lokasi mengalami gangguan kesehatan.

Warga melaporkan kepulan gas tersebut tiba-tiba muncul sekitar pukul 14.00 WIB dari area pabrik. Banyak yang mengeluh sesak napas, pusing, mual, hingga muntah-muntah setelah terpapar udara tercemar, sehingga sebagian harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya mencium bau kimia yang sangat tajam, lalu melihat kabut itu mengepul tinggi. Nafas jadi sesak, bau kimia tidak kuat,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Data Korban dan Penanganan Sementara

Menurut data sementara, sedikitnya 46–58 warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan pernapasan dan gejala lain seperti pusing dan mual. Pasien dirawat di puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan pihaknya telah meminta PT Vopak Terminal Merak untuk segera turun langsung membantu menangani warga terdampak, termasuk melakukan pendataan kondisi kesehatan masyarakat sekitar lokasi pabrik.

Pemkot Cilegon juga menurunkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memeriksa kualitas udara dan dampak bahan kimia terhadap kesehatan warga. Empat alat pemantau udara dipasang di sekitar kawasan pabrik untuk memantau kondisi udara selama 3×24 jam sejak Minggu hingga Senin (2/2/2026).

Pemeriksaan Instalasi dan Klarifikasi Perusahaan

Dalam pemeriksaan awal yang dipimpin Wali Kota bersama Forkopimda, termasuk Kapolres Cilegon, pihak berwenang memastikan bahwa tidak ditemukan kebocoran pipa atau tangki di area fasilitas PT Vopak. Hasil awal pemeriksaan menunjukkan tidak adanya kerusakan pada instalasi utama.

Namun demikian, penyebab pasti kepulan asap masih dalam penyelidikan. PT Vopak Terminal Merak melalui pernyataan manajemennya membantah bahwa insiden ini merupakan akibat kebocoran gas kimia dari tangki atau proses produksi. Perusahaan menyatakan kepulan asap kuning tersebut muncul saat petugas melakukan aktivitas pembersihan rutin pipa dan instalasi, yang menghasilkan sisa uap bercampur bahan lain.

Desakan Pemerintah dan DPR

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menyelidiki secara transparan dugaan kebocoran bahan kimia di lokasi pabrik, sekaligus menjelaskan langkah mitigasi yang jelas kepada publik agar kekhawatiran warga bisa ditekan. Ia menekankan pentingnya edukasi dan keterbukaan informasi serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Pemantauan Lanjutan

Hingga saat ini, hasil evaluasi lengkap dari pemantauan kualitas udara dan laporan dampak lingkungan masih menunggu analisis dari DLH dan pihak berwenang lainnya. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memprioritaskan keselamatan warga dan mendorong koordinasi antarinstansi untuk penanganan lanjutan.

Gas Asam Nitrat PT Vopak Cilegon Bocor, Warga Sekitar Keracuna

Koma.id — Kepulan Gas Asam Nitrat (HNO₃) dari PT. Vopak Indonesia berwarna kuning kecokelatan bocor, Sabtu siang (31/1/2026). Asal gas tersebut dari pabrik penyimpanan bahan kimia di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

Asap beraroma menyengat ini membuat puluhan warga di sekitar lokasi mengalami gangguan kesehatan.

Warga melaporkan kepulan gas tersebut tiba-tiba muncul sekitar pukul 14.00 WIB dari area pabrik. Banyak yang mengeluh sesak napas, pusing, mual, hingga muntah-muntah setelah terpapar udara tercemar, sehingga sebagian harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

“Saya mencium bau kimia yang sangat tajam, lalu melihat kabut itu mengepul tinggi. Nafas jadi sesak, bau kimia tidak kuat,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Data Korban dan Penanganan Sementara

Menurut data sementara, sedikitnya 46–58 warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan pernapasan dan gejala lain seperti pusing dan mual. Pasien dirawat di puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan pihaknya telah meminta PT Vopak Terminal Merak untuk segera turun langsung membantu menangani warga terdampak, termasuk melakukan pendataan kondisi kesehatan masyarakat sekitar lokasi pabrik.

Pemkot Cilegon juga menurunkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memeriksa kualitas udara dan dampak bahan kimia terhadap kesehatan warga. Empat alat pemantau udara dipasang di sekitar kawasan pabrik untuk memantau kondisi udara selama 3×24 jam sejak Minggu hingga Senin (2/2/2026).

Pemeriksaan Instalasi dan Klarifikasi Perusahaan

Dalam pemeriksaan awal yang dipimpin Wali Kota bersama Forkopimda, termasuk Kapolres Cilegon, pihak berwenang memastikan bahwa tidak ditemukan kebocoran pipa atau tangki di area fasilitas PT Vopak. Hasil awal pemeriksaan menunjukkan tidak adanya kerusakan pada instalasi utama.

Namun demikian, penyebab pasti kepulan asap masih dalam penyelidikan. PT Vopak Terminal Merak melalui pernyataan manajemennya membantah bahwa insiden ini merupakan akibat kebocoran gas kimia dari tangki atau proses produksi. Perusahaan menyatakan kepulan asap kuning tersebut muncul saat petugas melakukan aktivitas pembersihan rutin pipa dan instalasi, yang menghasilkan sisa uap bercampur bahan lain.

Desakan Pemerintah dan DPR

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menyelidiki secara transparan dugaan kebocoran bahan kimia di lokasi pabrik, sekaligus menjelaskan langkah mitigasi yang jelas kepada publik agar kekhawatiran warga bisa ditekan. Ia menekankan pentingnya edukasi dan keterbukaan informasi serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Pemantauan Lanjutan

Hingga saat ini, hasil evaluasi lengkap dari pemantauan kualitas udara dan laporan dampak lingkungan masih menunggu analisis dari DLH dan pihak berwenang lainnya. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memprioritaskan keselamatan warga dan mendorong koordinasi antarinstansi untuk penanganan lanjutan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.