Koma.id – Polda Jatim menerjunkan tim khusus untuk mem-backup Polres Sampang dalam mengungkap kasus penembakan yang menimpa Muarah, tokoh masyarakat yang juga relawan Prabowo-Gibran, di Kecamatan Banyuates, Sampang, Madura.
“Iya. Polda Jatim mem-backup kasus tersebut,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi, Senin (25/12).
Menurut Dirmanto, saat ini tim tengah bekerja mencari petunjuk di lokasi kejadian. Mulai dari melakukan pemeriksaan saksi hingga mengumpulkan barang bukti.
“Tim masih bekerja. Masih lidik,” katanya.
Roadshow Kebangsaan di Lampung, Ken Setiawan Ungkap Ancaman Paham Ekstrem di Kalangan Anak
Sementara saat ditanya apakah korban merupakan relawan Prabowo-Gibran? Dirmanto juga membenarkan. Ini senada dengan pernyataan Tim Penasihat Prabowo-Gibran, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoedin.
Namun, belum diketahui motif penembakan tersebut.
Informasi yang dihimpun, Muarah ditembak orang tidak dikenal pada Kamis (21/12) pukul 09.30 WIB. Saat itu ia tengah ngopi bersama temannya di depan sebuah toko. Tiba-tiba datang motor Yamaha NMax yang dikendarai dua orang berperawakan kekar dengan penutup wajah dan memakai helm.
Mereka lantas berhenti dan mendekat ke korban, kemudian langsung melepaskan tembakan ke arah tubuh relawan berusia 49 tahun tersebut.
Korban tertembak dua kali di bagian perut. Korban lalu dibawa ke RSU dr Soetomo Surabaya.
Tim Penasihat Prabowo-Gibran, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoedin, mengatakan korban telah menjalani operasi. Saat ini kondisinya stabil.
“Alhamdulillah kondisinya menuju stabil setelah menjalani operasi. Ditemukan dua logam di dalam tubuh Bapak Muarah. Sekarang sudah stabil dan semoga segera pulih kembali,” jelas Sjafrie saat menjenguk korban di RSU dr Soetomo Surabaya, Senin (25/12).














