Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahHukumNasional

Bunker Senjata di Sekolah Kebayoran Lama Ditutup Garis Polisi

×

Bunker Senjata di Sekolah Kebayoran Lama Ditutup Garis Polisi

Sebarkan artikel ini
Bunker Senjata Di Sekolah Kebayoran Lama Ditutup Garis Polisi

Koma.id | Jakarta – Dunia pendidikan kembali diguncang kabar mengejutkan. Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki temuan ratusan senjata api, narkoba, dan kaset bermuatan pornografi di sebuah sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dua ruangan di area sekolah kini disegel dengan garis polisi berwarna kuning.

Pantauan di lokasi menunjukkan ruangan bekas kepala yayasan berinisial IWD tertutup rapat dengan pintu kayu cokelat yang digembok dan dipasangi police line. Di dalam ruangan itu ditemukan senjata api, CD porno, narkoba, serta sebuah bunker bawah tanah.

Silakan gulirkan ke bawah

Ruangan lain yang berada di samping kelas TK juga disegel dan ditutup kain putih. Ruangan tersebut sebelumnya digunakan sebagai gudang dan menjadi tempat ditemukannya ratusan airsoft gun.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menegaskan seluruh barang bukti telah diserahkan kepada polisi.

“Sudah diserahkan kepada pihak polisi dan kami tinggal menunggu tindak lanjutnya,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Ia meminta aparat melakukan sterilisasi area agar tidak ada lagi barang berbahaya tersisa.

Kronologi Temuan

  • 10 Juli 2026: Yayasan menemukan 995 pucuk senjata api, amunisi, dan aksesoris senjata.
  • 5 Agustus 2026: Penggeledahan lanjutan menemukan empat senjata laras panjang, VCD porno, ganja, dan sabu.
  • 7 Agustus 2026: Polisi menyegel dua ruangan di area sekolah, termasuk bunker bawah tanah.

Kasi Humas Polres Metro Jaksel, AKP Joko Adi Wibowo, menyebut pihaknya telah membuat laporan model A untuk penyelidikan.

“Terhadap perkara saat ini pada tahap penyelidikan,” katanya.

Barang bukti kini diamankan di Polda Metro Jaya, sementara satu pucuk senjata disimpan di Polres Jaksel untuk proses lebih lanjut.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait aspek keamanan di lingkungan pendidikan. Kuasa hukum mendesak polisi melakukan identifikasi forensik, pemeriksaan legalitas izin, penelusuran asal-usul barang, serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini kini menjadi sorotan nasional, menunggu langkah tegas aparat dalam mengusut dugaan perdagangan senjata ilegal yang berpotensi mengancam keamanan publik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.