Koma.id | Jayapura – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua. Keputusan ini diambil setelah ratusan siswa di Distrik Depapre mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sudah, sudah kita copot,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Puan Tegaskan Siap Temui Peserta Demo di DPR
Ia menegaskan pencopotan dilakukan karena kasus keracunan dianggap fatal dan tidak bisa ditoleransi.
Tim BGN yang dikirim ke Jayapura menemukan bahwa dapur SPPG memasak terlalu dini, yakni sejak pukul 19.00 malam sebelumnya. Makanan baru didistribusikan ke siswa pada pukul 11.00 siang, sehingga sebagian sudah dalam kondisi rusak. “Ada anak yang bahkan membawa pulang MBG dan dimakan sore hari, sehingga kondisinya makin tidak layak,” jelas Sudaryono.
Fakta Utama Insiden
- Lokasi kejadian: Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura
- Jumlah korban: 527 orang (balita, siswa PAUD, SD, SMP, hingga orang tua)
- Gejala klinis: sakit perut, mual, muntah, diare, demam, badan lemas
- Tindakan BGN: Kepala SPPG dicopot, operasional dapur disuspend, investigasi forensik dilakukan bersama Polres Jayapura dan Labfor Polda Papua
Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua dr. Beeri Wopari menyebut kondisi pasien berangsur membaik.
“Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Hingga siang ini belum ada laporan kasus baru,” ujarnya.
Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan maupun pelanggaran disiplin. Secara nasional, BGN telah mencopot 137 kepala SPPG akibat masalah operasional dapur MBG.
Kasus di Jayapura kini menjadi sorotan publik karena menyangkut keamanan pangan di lingkungan pendidikan. Polisi masih menelusuri asal-usul dan legalitas ratusan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.









