Koma.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelar operasi modifikasi cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Selasa (4/3).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut modifikasi cuaca bakal digelar hingga Sabtu (8/3). “Operasi modifikasi cuaca ini akan kita lakukan sampai tanggal 8 (Maret),” kata Suharyanto di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/3).
PBNU Masa Khidmah 2021–2026 Resmi Demisioner
Ia menyebut BNPB berencana akan kembali menggelar operasi modifikasi cuaca pada 11 Maret 2025. “Kemudian istirahat sebentar, nanti tanggal 11 (Maret) akan dilaksanakan (modifikasi cuaca) lagi,” ujarnya.
Pasalnya, lanjutnya, hujan dengan intensitas lebat diprediksi bakal mengguyur Jabodetabek pada 11-15 Maret 2025. “Kenapa tanggal 11? Karena prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dari mulai 11-15 akan timbul hujan yang lebih ekstrem,” jelasnya.
Sebagai informasi, modifikasi cuaca dilakukan untuk menekan curah hujan yang tinggi. Hal itu dilakukan untuk mencegah banjir seperti yang melanda Jabodetabek beberapa hari terakhir ini.
Fasilitas Umum Rusak Imbas Kerusuhan
BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca di Jabodetabek pada Selasa dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP.
Pesawat tersebut menyemai bahan baku berupa garam (NaCl) yang dilakukan dalam tiga sorti. Penyemaian 1 ton NaCL setiap sortinya dilakukan pada ketinggian 8.000–11.000 kaki.
Dikutip dari laman resmi BNPB, sorti pertama dilakukan pada Selasa sore, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB. Kemudian sorti terakhir dilakukan pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.














