Koma.id | Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menepis isu viral yang menyebut adanya proyek “gaib” senilai Rp1,2 triliun dalam program pemenuhan gizi nasional. Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut nyata, terukur, dan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keterlibatan Perum Peruri dalam program strategis ini adalah langkah terintegrasi negara. Perlu ditegaskan bahwa Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security,” ujar Dadan dalam keterangan resmi, Senin (20/04).
Menurut Dadan, dari total pagu anggaran yang menjadi sorotan publik, realisasi dana dialokasikan untuk dua kebutuhan utama. Pertama, pengembangan aplikasi Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dengan nilai sekitar Rp550 miliar. Kedua, penyediaan layanan managed service berbasis Internet of Things (IoT) senilai sekitar Rp199 miliar. Sistem ini dirancang untuk mendukung distribusi program gizi secara lebih tepat sasaran dan memungkinkan pemantauan real-time di berbagai wilayah.
BGN menunjuk Perum Peruri sebagai mitra strategis dalam proyek tersebut. Penunjukan ini didasarkan pada mandat regulasi serta kapabilitas Peruri dalam pengamanan sistem digital pemerintah.
“Seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan, sesuai regulasi, serta mengedepankan prinsip good corporate governance,” tegas Dadan.
Fasilitas Umum Rusak Imbas Kerusuhan
Ia menambahkan, status Peruri sebagai GovTech Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 menjadi dasar kepercayaan pemerintah dalam pengelolaan transformasi digital nasional.
Dadan juga menekankan aspek keamanan data sebagai prioritas utama. “Kami memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan karena ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia,” ujarnya.
Isu proyek “gaib” mencuat di media sosial setelah muncul dugaan bahwa proyek IT bernilai Rp1,2 triliun tersebut tidak terlihat realisasinya di lapangan. Namun, BGN memastikan proyek ini merupakan bagian dari digitalisasi program gizi nasional dan bukan fiktif.
BGN menargetkan sistem SIPGN dan layanan IoT dapat segera beroperasi optimal guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.









