Koma.id | Jakarta – Aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang mewajibkan pemesanan hotel terlebih dahulu sebelum pengajuan visa umrah melalui platform Nusuk Masar milik Arab Saudi menuai respons positif dari pelaku usaha dan jemaah. Bagi Makkah Aziz, Direktur Utama Asni Tour, kebijakan ini adalah angin segar bagi industri travel umrah yang selama ini harus bersaing dengan praktik tidak sehat.
“Alhamdulillah, ini akan memberikan ketenangan bagi kami sebagai penyedia layanan resmi. Dengan sistem booking hotel yang terintegrasi, jemaah bisa lebih yakin bahwa mereka berangkat dengan fasilitas yang jelas dan terverifikasi,” ujar Aziz saat ditemui di Bandara Soeta, Tangerang. Sabtu (16/08).
Senada disampaikan oleh Qurrota Ayuni Kasim, jemaah umrah asal Lampung Tengah. Ia mengaku lebih tenang saat mengetahui bahwa hotel tempatnya menginap sudah terdaftar dan terverifikasi sebelum keberangkatan.
“Waktu saya tahu hotelnya sudah pasti dan visanya turun karena sistem resmi, rasanya plong. Saya nggak khawatir lagi soal penginapan atau ditelantarkan. Semoga perjalanan umroh kami lancar,” tuturnya.
Ayuni berharap sistem ini bisa terus diperkuat dan disosialisasikan ke masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih minim akses informasi. Ia juga mengajak calon jemaah untuk lebih selektif memilih biro perjalanan dan memastikan legalitasnya.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Landa Mekkah dan Madinah, Jemaah Umrah Diminta Waspada
Dengan kebijakan baru ini, Arab Saudi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah umrah. Sementara di Indonesia, pelaku usaha dan jemaah mulai merasakan manfaatnya: rasa aman, kepastian, dan kepercayaan yang semakin kuat.









