Koma.id – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah yang memasuki wilayah Madinah, salah satu kota suci umat Islam, pada Kamis (15/10). Namun, kelompok Houthi di Yaman membantah terlibat dalam serangan tersebut dan menyebut tuduhan yang mengaitkan mereka dengan insiden itu sebagai kebohongan.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan berhasil mencegat rudal sebelum mencapai sasaran.
“Pencegatan dan penghancuran sebuah rudal jelajah di wilayah Madinah,” demikian pernyataan Al-Maliki yang disiarkan media pemerintah Arab Saudi.
Meski mengumumkan keberhasilan pencegatan rudal, koalisi tidak menyebut secara spesifik pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran proyektil tersebut. Hingga kini juga belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.
Selain di Madinah, koalisi Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan serangan lain di wilayah timur kerajaan yang merupakan pusat industri minyak nasional.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, membantah kelompoknya melakukan serangan ke wilayah Arab Saudi pada hari yang sama.
“Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa mereka tidak melakukan operasi apa pun hari ini yang menargetkan wilayah Arab Saudi,” kata Saree melalui akun media sosialnya.
Ia juga menegaskan bahwa kelompok Houthi tetap berpegang pada komitmen untuk tidak menyerang fasilitas maupun bandara di dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Sehari sebelumnya, kelompok Houthi mengaku telah menargetkan fasilitas milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Aramco.
Konflik antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan Houthi telah berlangsung sejak 2015, ketika Riyadh memimpin intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Pemerintah Arab Saudi juga kembali menuduh Iran berada di balik peningkatan serangan yang dilakukan kelompok Houthi. Riyadh menilai Teheran terus memberikan dukungan berupa pelatihan dan persenjataan kepada kelompok tersebut.
Wakil Menteri Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rayed Krimly, menyebut eskalasi yang terjadi saat ini tidak lepas dari peran Iran dalam mendukung Houthi.
“Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada bukti independen yang mengonfirmasi pihak peluncur rudal yang diklaim berhasil dicegat di wilayah Madinah.








