Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Batalnya Deklarasi Koalisi NasDem-PKS-Demokrat Kental Bagi-bagi Kekuasaan

Views
×

Batalnya Deklarasi Koalisi NasDem-PKS-Demokrat Kental Bagi-bagi Kekuasaan

Sebarkan artikel ini
koalisi untuk anies
Petinggi PKS, NasDem dan Demokrat kumpul di rumah Anies Baswedan bahas Pilpres 2024.

KOMA.IDPengamat Politik yang sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute, Karyono Wibobo menanggapi fenomena politik gagalnya deklarasi koalisi antara Partai Nasdem, Demokrat dan PKS, yang seharusnya berlangsung pada Kamis (10/11) kemarin.

Terkait dengan fenomena tersebut, Karyono mencium adanya aroma bagi-bagi kekuasaan yang belum rampung antara ketiga partai yang akan bergabung dalam koalisi pengusung Anies Baswedan itu.

Silakan gulirkan ke bawah

“Aroma ini sangat menyengat ya, koalisi yang mau dibangun oleh Nasdem, Demokrat, PKS ini ya transaksional. Sangat kelihatan berbagi kekuasaan,” kata Karyono kepada wartawan, Kamis (10/11).

Karyono menilai, bagi-bagi kekuasaan di dunia politik merupakan hal yang wajar. Namun berbeda dengan koalisi Perubahan ini, dimana pada koalisi ini, pertarungan untuk memperebutkan posisi calon wakil presiden (cawapres) sangat terlihat jelas.

“Di koalisi yang lain juga sama (ada politik bagi-bagi kekuasaan), cuma memang tidak terlalu menonjol, kalau ini terlihat sekali pertarungan perebutan posisi cawapres,” tutur Karyono.

Menurutnya, posisi cawapres merupakan posisi yang sangat seksi dalam koalisi ini. Maka tak heran, jika posisi ini menjadi titik krusial terwujudnya koalisi antara Partai Nasdem bersama partai oposisi pemerintah, yakni Demokrat dan PKS.

“Posisi ini yang menjadi titik krusial atau yang paling sulit dalam mendorong terealisasinya koalisi ini. Saya katakan tidak mudah mewujudkan Koalisi tiga partai ini, karena masing-masing punya kepentingan di posisi cawapres,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya memastikan bahwa deklarasi koalisi antara partainya dengan Partai Demokrat dan PKS batal digelar Kamis (10/11) kemarin.

Willy berdalih, gagalnya deklarasi tersebut lantaran masing-masing Partai masih disibukkan dengan agendanya masing-masing.

“Karena memang, satu, PKS akan rapat majelis syuro itu akhir tahun Desember. Kedua, Mas AHY dan kawan-kawan baru pulang sekitar tanggal 10 November itu,” kata Willy beberapa waktu lalu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.