Koma.id, JAKARTA — Nadrun (NasDem Kadrun) kini membahana usai Partai NasDem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024. Pelabelan Nasdrun itu awalnya mulai bertebaran di internet dan mengusik para ahli untuk berkomentar.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Khairil Anwar Notodiputro turut mengomentari istilah Nasdrun yang digunakan kalangan warganet.
“Ada saja istilah ‘nasdrun’ hanya karena Nasdem mencapreskan Anies Baswedan,” ujarnya, Senin, (10/10/2022).
Nah Lho! BGN Moratorium dan Audit Dapur MBG
Dia juga mempertanyakan kemungkinan Demokrat yang bakal dicap ‘Demokadrun’ jika resmi mengusung Anies.
“Apakah nanti jika Demokrat resmi berkoalisi akan disebut ‘Demokadrun’, Terlalu kreatif nitizen ini,” sambung Prof Khairil.
Sementara itu, Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan pelabelan itu.
“Respon kita biasa-biasa saja, itu kan hanya, jumlah orang ini juga tidak banyak, dan mungkin mereka hanya di medsos, nanti kita lihat siapa sesungguhnya yang nasionalisme, siapa yang sesungguhnya kebangsaan, siapa sesungguhnya yang punya masa depan yang lebih baik, kami tidak mau melawan stigma itu. Kami ingin melawan dengan perbuatan nyata,” ungkapnya.
Hermawi Taslim mengatakan, pasca deklarasi 3 Oktober lalu, pendaftaran anggota NasDem justru semakin banyak.
“Hari ini, per menit ini, penambahan anggota NasDem sejak deklarasi 3 Oktober 18.446, yang mengundurkan diri hari ini ada tiga orang, ada dari bali, dari bali ini mungkin memposting 1000 medsos, satu dari Kalimantan Barat,” tutur Mantan Politisi PKB ini.
Padahal biasanya sebelum deklarasi, pendaftaran keanggotaan berkisaran 500 sampai 1000 per hari. Sehingga baginya ini menunjukkan respons positif jauh lebih banyak, tentunya sama sekali tidak terganggu karena telah mempertimbangkan dan telah memprediksi apa yang akan terjadi.
“Kami sama sekali tidak terganggu dengan terminologi kadrun,” pungkasnya.












