Koma.id– Penunjukan Pj Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Jokowi terus menjadi perhatian publik. Hal ini karena posisi Jakarta sebagai barometer politik nasional.
Untuk mengungkap sosok yang tepat penunjukan PJ Gubernur DKI Jakarta, Kata Rakyat menggelar diskusi dengan tema “Apa Kata Millenial tentang PJ Gubernur DKI Jakarta” yang bertempat di Kedai Tempo bilangan Jakarta Timur.
Narasumber yang hadir diantaranya, Alwan Riantoby (Kata Rakyat) Aji Pangestu (JPPR), Adnan Magribi (SPD) Anjani Amitia Kirana (Praktisi Inovasi Digital) Rojaul Huda Voice Indonesia/Moderator), Kamis (06/10).
Aji Pangestu menilai penting generasi muda memberikan perhatian khusus untuk penunjukan PJ Gubernur DKI Jakarta.
“Tidak ada pemilihan dari masyarakat, karena merupakan otorisasi dari pemerintah. Yang kemudian ditetapkan oleh Presiden menjadi PJ Gubernur DKI Jakarta,” kata Aji Pangestu.
Mahfud MD: Cukup Ubah Satu Pasal untuk Alihkan Pidana Umum Prajurit TNI ke Peradilan Umum
Menurutnya sosok yang tepat untuk mengisi PJ Gubernur DKI Jakarta harus memiliki pengalaman sebagai PJ gubernur sebelumnya, kemudian bersifat netral, bisa mengakomodir kepentingan semua pihak. Dan juga bisa meminimalisir polarisasi masyarakat akibat pemilu seperti tahun-tahun sebelumnya.
Masyarakat DKI Jakarta juga berharap selain melanjutkan pemerintah sebelumnya. Juga dapat menuntaskan PR yang belum terselesaikan di masa Anies-Riza, seperti banjir, dan pengangguran.
Anjani Amitia Kirana selaku Praktisi Inovasi Digitial menilai PJ yang terpilih harus mampu memaksimalkan kinerja agar PR yang ada seperti persoalan banjir dan pengangguran bisa teratasi, menurut dia salah satunya dengan memanfaatkan teknologi gitital.
“Adanya digitalisasi bisa membuka ruang millenial dari berbagai daerah untuk berkolaborasi dan memberikan solusi, tanpa ada sekat namun tetap ada orkestrasi dari pemerintah”, Anjani.







