Koma.id – Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada dua situasi, yakni pemulihan yang terus berlanjut, namun tetap waspada terhadap dinamika global. Meski demikian harus tetap optimis karena pemulihan terus berlanjut ditandai dengan kegiatan ekonomi yang mulai terbuka dan bertambah.
“Tapi di sisi lain kita waspada kepada perkembangan global yang mau tidak mau pasti akan memberikan dampak kepada kita dan harus kita sikapi,” ujar Demikian kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara kepada wartawan.
Di tengah situasi tersebut, Wamenkeu mengatakan APBN berfungsi sebagai shock absorber, bilamana terjadi guncangan tiba-tiba, APBN akan menjadi penahan pertama dari guncangan tersebut.
“Misalkan, peningkatan eskalasi inflasi dunia karena harga komoditasnya naik. APBN akan memberikan bantalan dulu supaya masyarakat tidak harus tertransmisikan langsung,” ucapnya.
Wamenkeu juga mengingatkan APBN tidak boleh lupa kepada target jangka menengah dan panjang, seperti target ekonomi hijau dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Lebih lanjut, APBN juga harus tetap menjaga stabilitas, termasuk stabilitas sektor keuangan. Pemerintah, kata Wamenkeu, bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus berkoordinasi dengan memperhatikan gerak ekonomi dunia usaha dan masyarakat.
“Ini kita kalibrasi terus dan kita yakin bahwa dengan dukungan yang luar biasa dari DPR selama beberapa tahun Covid ini, kita akan lanjutkan pemulihan ekonomi Indonesia dan kita betul-betul bisa keluarkan dari pandemi ini,” tutupnya.








