KOMA.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) H Syarief Hidayatulloh mengingatkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia untuk lebih cerdas di dalam memilih informasi dan berita di media spsial.
“Cari informasi yang valid, agar tak mudah diprovokasi oleh informasi-informasi yang memecah,” kata Syarief dalam diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (3/8).
Bundaran HI Rawan Jambret WNA
Loyalis Anies Baswedan itu mengajak semua masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa. Tidak boleh ada saling merendahkan, apalagi sampai pada pergerakan pecah belah bangsa.
“Mari kita sama-sama bangun Indonesia. Jangan saling menyudutkan. Yang sudah salah jangan semakin disudutkan. Kita diskusi dulu. Jadi kita sama-sama tuntun dengan P4,” ujarnya.
P4 yang dimaksud Syarief adalah pendidikan kewarganegaraan yang sempat ada di dalam kurikulum pendidikan dasar era 90-an, yakni Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
“Inilah fondasi dari NKRI,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syarief pun mengajak semua anak bangsa tidak saling menjelekkan satu sama lainnya, bahkan kepada pimpinan baik skala Presiden maupun Gubernur sekalipun. Jika memang ada yang kurang, sebaiknya dilakukan kritikan pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dan bersifat konstruktif, bukan destruktif apalagi sekedar mendiskreditkan orang lain karena ketidaksetujuannya pada pilihan politik semata.
“Maka saya berharap calon-calon pemimpin bangsa, Mahasiswa, harus betul-betul mengerti dan meneliti. Jangan terus menjelek-jelekkan Pemimpin, baik Jokowi maupun Anies,” pungkasnya.












