Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Headline

BPIP: Pembumian Pancasila Bukti Nyata Komitmen RI Merawat Keberagaman

Views
×

BPIP: Pembumian Pancasila Bukti Nyata Komitmen RI Merawat Keberagaman

Sebarkan artikel ini
BPIP: Pembumian Pancasila Bukti Nyata Komitmen RI Merawat Keberagaman

Koma.id Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny susetyo menyatakan bahwa di era digital dan globalisasi di mana Informasi makin tidak terikat ruang dan waktu, keterasingan terhadap nilai nilai kemanusiaan justru makin meningkat.

Masyarakat khususnya kaum muda cenderung larut dalam berita hoaks dan narasi-narasi yang mengedepankan politik identitas padahal kecepatan informasi ini diharapkan dapat membawa manusia makin menjadi cepat mengerti mengenai perkembangan informasi di sekitarnya hingga membuat ikatan empati dan kebersamaan sesama anggota masyarakat makin meningkat bukan sebaliknya.

Silakan gulirkan ke bawah

“Perbedaan merupakan kenyataan hidup bangsa Indonesia maka masyarakat sejak dini harus membiasakan diri untuk tidak saja menolerasi tapi juga merayakan perbedaan itu sebagai kekayaan berbangsa dan bernegara,” kata Benny dalam seminar Pancasila dan Keberagaman, Rabu (29/6/2022).

Ditegaskan Benny, Pancasila yang menjadi roh dan jiwa dari bangsa Indonesia merupakan jawaban atas konflik-konflik yang terjadi dan menjadi jawaban bahwa perbedaan itu bukan untuk dipertajam tapi dinikmati.

Tantangan Indonesia, kata dia, dalam kemajuan era digital yang tidak mengenal ruang dan waktu ini adalah kebenaran menjadi subjektif, dimana tak jarang terjadi kebohongan yang berulang akhirnya dipercaya menjadi kebenaran.

“Perasaan fear of missing out (FOMO) cenderung menjadikan masyarakat tidak lagi melihat lagi substansi namun lebih mengutamakan membagi segala hal di media sosial. Ujungnya ini menjadikan masyarakat berkotak-kotak dan jadi pengucilan terhadap mereka yang berbeda ide muncul politik identitas dan kedaerahan yang berujung pada perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

“Hendaknya kita mengimbangi teknologi dengan kebijaksanaan dalam membagikan sesuatu, kedepankan kekritisan sebelum membagi pentingkah itu, baik kah itu dan yang terutama benarkah hal yang kita bagikan perbedaan yang semenjak dulu menjadi jatidiri bangsa,” ujarnya.

Benny menyatakan bahwa Bangsa Indonesia perlu menyadari bahwa Bhineka tunggal ika tidak hanya perlu dijaga namun juga diterapkan secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kebijakan kebijakan yang dibuat oleh Negara.

“Kita juga perlu menanamkan bahwa mencintai Tuhan berarti mencintai sesama ciptaannya dan karenanya hendaknya kita, tidak mempertajam perbedaan perbedaan tersebut menjadi konflik namun menjadikan perbedaan tersebut menjadi kekayaan sudut pandang yang bermanfaat bagi perkembangan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.